Jakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri Indonesia meminta pemerintah mengkaji ulang kerja sama ekonomi bilateral Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) karena ekspor Indonesia ke Jepang masih defisit.
"Jika dilihat dari kondisi saat ini, ekspor Indonesia ke Jepang masih defisit sebesar 825 juta dolar AS, sedangkan ekspor Jepang ke Indonesia mencapai 2.207 juta dolar AS dan impor Jepang dari Indonesia mencapai 1.381 juta dolar AS," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik, Natsir Mansyur, di Jakarta, Rabu.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) setuju langkah yang akan dilakukan pemerintah untuk mengkaji ulang plus minus perjanjian bilateral ini, minimal ada keseimbangan perdagangan antara Indonesia dan Jepang.
Natsir menuturkan bahwa Jepang secara bilateral diuntungkan karena bisa mendapat kemudahan bea masuk sampai nol persen. Namun, implementasi dalam negeri perlu juga menjadi perhatian pemerintah, seperti bidang otomotif yang perlu kesetaraan (equal) antara importir produsen dan importir umum.
Otomotif yang diimpor dari Jepang oleh importir produsen di Indonesia, kata dia, mendapat fasilitas pajak bea masuk sampai nol persen, sementara otomotif yang sama diimpor oleh importir umum dikenakan bea masuk sampai 40 persen.
"Di lain pihak, dengan perjanjian bilateral perdagangan ini seharusnya tidak ada perbedaan, dan pelaku usaha dapat memanfaatkan IJEPA bersama-sama tanpa ada perbedaan," paparnya.
Kadin sangat menyayangkan sikap pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan yang membuat aturan dalam negeri yang hanya menguntungkan pihak tertentu sehingga kesetaraan untuk memanfaatkan IJEPA ini seakan tidak ada.
"Kami berharap perlu ada `equal` dan Kadin dalam waktu dekat ini akan melakukan pertemuan masalah IJEPA dengan pemerintah. Masukan dari asosiasi dan pelaku usaha Indonesia anggota Kadin telah mendesak agar perlu dikaji ulang plus minusnya," ujarnya.
Natsir berharap IJEPA dapat meningkatkan kinerja ekspor dari Indonesia. "IJEPA seharusnya bisa menaikkan ekspor dari Indonesia dan meningkatkan pertumbuhan industri," ujarnya.(ar)

