H+5 Terperangkap

Kakorlantas Ajak Pengendara Jadi Pelopor Keselamatan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Korps Lalu Lintas Irjen Pudji Hartanto, mengimbau para pengendara kendaraan bermotor lebih mematuhi peraturan lalu lintas. Tujuannya, untuk mengurangi angka kecelakaan yang masih tinggi di Indonesia.

"Kecelakaan itu bermula dari pelanggaran. Karena itu, kami mengajak setiap individu atau para pengguna jalan menjadi pelopor keselamatan. Sehingga, setiap individu sadar dan selalu berhati-hati. Jika semua bisa memahami ini, pastinya akan menekan jumlah kecelakaan secara drastis. Tentu saja, jangan lupa selalu berdoa sebelum berpergian," ujar Pudji kepada wartawan, dalam acara HUT ke-57 Korlantas Polri, di Taman Lalu Lintas Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (23/9/2012).

Jajaran polisi lalu lintas, lanjutnya, membuat slogan baru untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas di jalan raya, yakni 'Jadilah Pelopor Keselamatan Berlalulintas dan Budayakan Keselamatan sebagai Kebutuhan'.

Dari data 2011-2012, angka kecelakaan yang tinggi lebih disebabkan oleh individual atau pengendara yang tidak mengindahkan peraturan lalu lintas.

"Aksi pengendara yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas justru membahayakan, bahkan merenggut nyawa orang lain," imbuh Pudji.

Korlantas Polri menggelar jalan santai dan sepeda santai bersama keluarga besar Korlantas Polri. Turut hadir dalam acara ini para perwira menengah Korlantas dan beberapa polwan cantik seperti Brigadir Avvy Olivia, Briptu Eka Frestya, dan Iptu Satu Eny. (*)

BACA JUGA

  • Pria Diduga Stres Lompat dari Jembatan Penyeberangan
  • Dianggap tak Berizin Gerai Seven Eleven Disegel
  • Kakorlantas: Silakan Periksa Anggota Saya
  • Tema HUT Korlantas Bulan Aksi Keselamatan Berlalu-lintas
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat