TEMPO.CO, Yogyakarta - Pengurus partai dan simpatisan PDIP DIY mengirim sumbangan ke tim kampanye calon gubernur DKI Jakarta Jokowi-Basuki senilai Rp 40 juta yang dikirimkan dalam bentuk logistik gula, kopi dan teh, serta kain serbet.
Logistik tersebut dikirimkan selain untuk membantu juga sebagai simbol ajakan untuk menjalankan pilkada DKI Jakarta secara bersih dari praktek penyimpangan seperti politik uang. "Serbet ini simbol bersih-bersih dan logistik ini untuk sarana ronda mencegah money politic," kata Sekretaris DPD PDIP DIY, Bambang Prastowo, Selasa, 3 Juli 2012.
Selain logistik, bantuan yang dikirimkan adalah sukarelawan yang berasal dari anggota Fraksi PDIP di DPRD Kabupaten, Kota, dan Provinsi DIY. Sukarelawan tersebut dimaksudkan untuk mendampingi tim pemenangan Jokowi-Basuki. Pendampingan dilakukan tidak di tingkat DPD ataupun DPC, tapi di tingkatan ranting dan anak ranting.
Pendampingan dilakukan setelah dari hasil pencermatan prakondisi kampanye potensi penyimpangan terpetakan sangat mungkin terjadi.
"Salah satu yang tercatat adalah adanya biaya iklan dari Pemda DKI melalui media televisi yang menjurus ke calon incumbent," kata dia.
Pengalaman DIY melaksanakan pilkada di empat kabupaten dan Kota Yogyakarta beberapa waktu lalu rencananya dijadikan sebagai bahan pendampingan pada Pilkada DKI Jakarta.
Selain kemampuan PDIP yang berhasil memenangi seluruh pilkada di empat kabupaten kota DIY, pengalaman menghadapi persoalan sosial dalam pilkada juga menjadi bahan utama dalam pendampingan tersebut.
"Pengalaman di Yogyakarta kemarin menjadi bukti bahwa uang bukan segala-galanya. Harapannya pengalaman tersebut dapat diikuti di DKI, sehingga kepala daerah yang terpilih nantinya benar-benar lahir dari rakyat," kata Ketua DPC PDIP Kota Yogyakarta, Sujanarko.
Pendampingan rencananya akan dilakukan sampai H-1 pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI. Proses pendampingan dipimpin secara langsung oleh Ketua DPD PDIP DIY, Idham Samawi, yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Bidang Keanggotaan, Rekrutmen, dan Kaderisasi DPP PDIP.
PRIBADI WICAKSONO
Aksi Koboi Bupati Bima, Todongkan Pistol ke Mahasiswa
Dahlan Iskan, Mayat dan Kuntilanak
DPR Minta Ormas Dibekukan, Ini Tanggapan FBR
Buaya Filipina Terbesar di Dunia
Inilah Tujuh Tanda Pasangan Berselingkuh
Awal Ramadhan Muhammadiyah dan NU Berbeda
Bahaya di Balik Jus Buah


