Kanibal Lokomotif untuk Angkutan Lebaran  

TEMPO.CO, Jember - Demi kelancaran selama masa mudik Lebaran, kendaraan mesti diperbaiki atau dirawat mulai saat ini. Begitu juga dengan angkutan massal seperti kereta api. Namun moda transportasi yang satu ini tidak mudah diservis dan mendapat suku cadang seperti kendaraan lain.

"Loko ini produksi tahun 1970, onderdilnya susah ditemukan. Kalaupun ada, sangat mahal harganya," ujar Manajer Hubungan Masyarakat PT. Kereta Api Indonesia Daerah Operasional (KAI DAOPS) IX Jember, Gatut Sutyatmoko, Kamis, 2 agustus 2012.

Karenanya, perbaikan lokomotif dilakukan dengan cara kanibal. Pasalnya, tidak semua suku cadang yang dibutuhkan tersedia di bengkel kereta, seperti di Balai Yasa Yogyakarta. Sehingga, untuk mengatasi keterbatasan suku cadang, para petugas mekanik mengambil bagian atau alat dari lokomotif yang sudah tidak layak jalan, dan dipasang di kereta yang butuh perbaikan.

Saat ini, PT.KAI Daops IX Jember memiliki delapan unit kereta api lawas yang masih digunakan untuk angkutan massal, termasuk di masa Lebaran. Kedelapan unit itu adalah seri BB-301, Seri BB-303, dan Seri BB-304. Semuanya buatan Jerman dan Belanda, tahun 1970 dan 1972 silam. "Karena usianya sudah tua, kapasitas daya tarik lokomotif menurun drastis," tutur Slamet, seorang dari 30 mekanik yang bekerja di bengkel kereta Daops IX Jember.

Perbaikan dan penggantian onderdil meliputi penggantian baterai, komponen rem, filter aki, silinder kop, penyetelan dan penggantian roda, hingga pengelasan lantai yang keropos. Namun, menurutnya, saat ini "kanibalisme" lebih banyak untuk tiga lokomotif tipe BB-303. Tiga kereta api itu biasa digunakan untuk menarik rangkaian kereta api kelas ekonomi dengan jarak pendek yakni, kereta Probowangi, Tawangalun, dan Sri Tanjung.

Untuk angkutan menjelang dan selama masa Lebaran 2012 ini, PT KAI Daops IX Jember mengerahkan sebelas unit lokomotif. "Selain sembilan loko milik sendiri, juga dua lokomotif bantuan dari Depo Sidotopo Surabaya, untuk memperlancar arus mudik," kata Gatut.

Gatut juga menegaskan PT KAI menjamin, meskipun dipermak dengan cara kanibal, lokomotif penarik gerbong kereta tetap aman. Proses perbaikan dan penggantian onderdil itu disesuaikan dengan sistem, kondisi jalur, serta lintasan kereta saat ini.

MAHBUB DJUNAIDY

Berita Terpopuler:

Polisi Langgar Wewenang KPK

BWF Diskualifikasi Delapan Atlet Badminton

"Bayi Besar" Bermunculan di Amerika

Satu Jenderal Polisi Lagi Jadi Tersangka

Gubernur Tersangka, Agenda Akpol Berantakan

Panwaslu Miliki Video Rhoma Irama Ceramah SARA

Djoko Susilo Ancam Perkarakan KPK

Didiskualifikasi, Atlet Bulu Tangkis Ini Pensiun

Ahok Yakin Foke Tidak Embuskan Isu SARA

Polisi Diminta Mundur dari Kasus Simulator SIM

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah Anda percaya pengerjaan proyek MRT yang sudah resmi dimulai akan berjalan tepat waktu sesuai rencana?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat