Liputan6.com, Jakarta: Setelah menjalani pemeriksaan selama delapan jam, sembilan siswa SMA Don Bosco yang diduga menjadi pelaku kekerasan atau bullying meninggalkan Markas Polres Jakarta Selatan, Selasa (31/7) malam. "Siapa-siapa yang diduga menjadi pelaku, bakal ditingkatkan statusnya sebagai tersangka besok (Rabu)," kata Kombes Pol Imam Sugianto, Kapolres Jakarta Selatan. "Penyidik menyimpulkan sementara pelakunya diperkirakan ada tujuh."
Sebelumnya, polisi juga memeriksa tujuh korban bullying yang dikonfrontir dengan sembilan siswa terduga pelaku. Mereka diperiksa sekitar tiga jam dengan didampingi para orangtua.
Maraknya kekerasan di kalangan pelajar membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono angkat bicara. Terutama menanggapi hasil penelitian Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI, yakni 87 persen pelajar pernah mengalami kekerasan di sekolah. Presiden meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta sekolah memastikan masa orientasi sekolah tidak melenceng dari sasaran.
Seperti diberitakan, tujuh siswa baru SMA Don Bosco menderita lebam, bekas sundutan rokok, serta luka psikis setelah diduga dianiaya para senior mereka usai masa orientasi siswa 24 Juli lalu. Sekolah Don Bosco yang mendapat sorotan karena kasus bullying ini berjanji kejadian serupa tak akan berulang.(BOG)

