Perang Lawan Geng Motor

Kapolri Berkunjung ke Rumah Tokoh Masyarakat Samarinda

Liputan6.com, Samarinda: Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal (Pol) Timur Pradopo, berkunjung ke rumah tokoh masyarakat Samarinda, Kalimantan Timur, H. Muhyar.

Kunjungan Kapolri yang nyaris luput dari pantauan wartawan tersebut berlangsung pada Sabtu sore hingga malam.

Berdasarkan pantauan, Kapolri sempat terlihat melaksanakan shalat Tarawih di masjid tertua di Samarinda, yakni Masjid Shiratal Mustaqiem.

Bahkan, Timur Pradopo juga sempat memberikan sambutan kepada jemaah Masjid Shiratal Mustagiem yang terletak di Jalan Pangeran Bendahara, Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Sebarang.

Usai melaksanakan shalat Tarawih, Kapolri kemudian kembali ke rumah H. Muhyar dengan berjalan kaki yang jaraknya sekitar 300 meter dari Masjid Shiratal Mustaqiem.

"Kunjungan ini hanya sebagai silaturrahim bersama tokoh masyarakat termasuk ulama dalam rangka safari ramadan sebagai upaya mendekatkan diri dengan masyarakat," ungkap Timur Pradopo kepada wartawan.

Kapolri mengatakan, tiba di Samarinda pada Sabtu sore sekitar pukul 16. 00 WITA dan akan bertolak ke Jakarta pada Minggu (29/7).

Kapolri membantah adanya agenda khusus terkait kedatangannya ke rumah tokoh masyarakat Samarinda tersebut.

Tidak terlihat adanya pengamanan khusus terkait kedatangan Kapolri di Samarinda tersebut.

Hanya ada beberapa personel polisi lalu lintas serta belasan polisi berpakaian preman terlihat berada di sekitar Masjid Shiratal Mustaqiem dan rumah tokoh masyarakat Samarinda itu.

Kepolri terlihat baru meninggalkan rumah H. Muhyar pada Sabtu sekitar pukul 23.45 WITA dengan mobil Totoya Alphard KT 168 N.

"Kapolri menganggap saya sebagai saudara karena sudah kenal beberapa tahun. Jadi tidak ada agenda khusus dan hanya sebagai kunjungan silaturrahmi," ungkap H. Muhyar.

Tokoh masyarakat Samarinda yang kerap dikunjungi beberapa pejabat dan artis termasuk mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla itu juga mengaku tidak ada pesan khusus yang disampaikan kepada Kapolri tersebut.

Dia juga mengaku sempat terkejut, karena sebelumnya tidak ada komunikasi terkait rencana kedatangan Kapolri tersebut.

"Saya sempat terkejut, tiba-tiba Kapolresta Samarinda menyampaikan bahwa Kapolri akan bertemu saya. Jadi, ini hanya kunjungan sebagai saudara dan tidak lebih dari itu," katanya. (FRD)