Perang Lawan Geng Motor

Kasus Geng Motor, Anggota TNI Sudah Diperiksa

Liputan6.com, Jakarta: Anggota TNI AL Klasi Albert telah dimintai keterangannya pada Senin (16/4) terkait dengan penganiayaan geng motor yang menewaskan Klasi Arifin. Pemeriksaan dilakukan penyidik Polda Metro, Polres Jakarta Pusat, dan Polres Jakarta Utara yang bergabung dengan Polisi Militer (POM) TNI.

"Dari beberapa keterangan sudah kita dapatkan terkait beberapa kejadian tersebut. Kemarin hari Senin rekan Klasi Arifin telah kita periksa, atas nama Klasi Albert," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Rikwanto saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/4).

Rikwanto juga menjelaskan bahwa pemeriksaan Klasi Albert dilakukan di Markas Kesatuan Armada Barat (Armabar) TNI AL di Jakarta Utara. "Pemeriksaan di lakukan di Armabar. Pemeriksan yang kita butuhkan sedangkan tempatnya di mana itu masalah teknis saja. Penyidik tetap polisi, Polres Jakarta Utara ke sana dengan penyidiknya, yang periksa tetap polisi," tegasnya.

Dalam pemeriksaan itu, Rikwanto menjelaskan bahwa yang berangkutan yakni Klasi Albert memang bersama-sama dengan Klasi Arifin pada pukul 02.30-03.00 WIB. "Mereka bersama dari kos Arifin dari Jl Garuda Senen Jakpus. Ini berboncengan menuju ke Jakarta Utara. Itu ke tempat Klasi Albert tinggal itu di kapalnya di Pondok Dayung," jelasnya.

Lebih jauh Rikwanto menjelaskan, mereka berboncengan dan Arifin yang menyetir motornya. Kemudian sampailah ke Jalan Benyamin Sueb Kemayoran Jakarta Pusat. Karena melihat seseorang supir truk yang dikerumuni oleh gerombolan orang lain, mereka tergerak hatinya. Klasi Arifin turun kemudian melerai dan menanyakan sebab musabab.

"Tapi ada yang tersinggung kemudian terjadi cekcok mulut dan akhirnya terjadi perkelahian," paparnya.

Klasi Albert meninggalkan tempat itu untuk menghindar dan terjadilah pengeroyokan sehingga Klasi Arifin jatuh di tempat sekitar pukul 03.30 WIB. Kemudian Klasi Albert melaporkan kejadian itu ke kesatuannya ke POM AL kemudian dengan POM AL Klasi Albert melapor ke polsek dari polsek kemudian bersama-sama ke TKP.

"Nah di TKP tersebutlah kemudian ditemukan Klasi Arifin sudah luka parah namun masih hidup kemudian mencoba untuk membuat pertolongan dengan membawa ke RS terdekat. RS terdekat ada yang menolak karena lukanya cukup serius. Kemudian dirujuk ke RSCM dan ini dikawal oleh tiga personel dari polsek mampir ke RSCM, jam 23.00 WIB Klasi Arifin meninggal dunia di RSCM," pungkasnya.(MEL)