INILAH.COM, Jakarta - Presiden SBY harus segera mengevaluasi kinerja Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin karena telah memberikan informasi salah kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait pemberian grasi terhadap terpidana mati kasus narkoba Mairike Franola atau Ola.
"Ini membuktikan kinerja buruk Menteri Hukum dan HAM. Presiden harus mengevaluasi, karena memberikan info sesat, bahwa Ola hanya sebagai kurir, namun ternyata Ola merupakan aktor pengendali pengedar narkoba," kata anggota DPR Fraksi PKS Misbhakun ketika dihubungi INILAH.COM di Jakarta, Minggu (11/11/2012).
Menurut Misbakun, seharusnya posisi Amir Syamsudin sebagai pengacara posisinya pro ke pemerintah, bukan malah membela Ola. "SBY harus lebih teliti lagi untuk memberikan sebuah grasi, apakah ada unsur pertimbangan hukum sendiri," tuturnya.
Seperti diketahui, presiden mengabulkan grasi Ola yang dikeluarkan pada 26 September 2011 dengan Keputusan Presiden Nomor 35/G/2011. Artinya, Ola mendapatkan pengampunan dari pidana mati menjadi penjara seumur hidup.
Namun, setelah mendapatkan grasi ternyata Ola masih mengendalikan transaksi narkoba dari dalam tahanan. Ini diketahui setelah Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap anak buah Ola di Bandara Husen Sastranegara, Bandung.
Tuntutan evaluasi, sebelumnya juga datang dari pengamat hukum dan tata negara, Margarito. Dia menyarankan presiden mengevaluasi khusus Menkum dan HAM Amir Syamsuddin, karena Amir memiliki andil besar dalam pemberian grasi kepada Ola.
"Konsekuensinya presiden harus evaluasi Menkum dan HAM. Karena kontribusinya sehingga muncul putusan grasi untuk penjahat narkoba, Ola. Yang sekarang sudah dicabut," kata Margarito.[yeh]
Penghargaan buat SBY
- Pemerintahan Yudhoyono Tak Bertujuan Menerima PenghargaanAntara - 9 jam yang lalu
- Komnas HAM: Toleransi Beragama Indonesia MemburukTempo - 21 jam yang lalu
- Anisa Wahid: Masa SBY, Intoleran Lebih Leluasa Tempo - 23 jam yang lalu
- Adnan Buyung: Dipo Alam Lancang!Tempo - 23 jam yang lalu
- Penegakan HAM Buruk, Politikus Salahkan PemerintahTempo - Kam, 23 Mei 2013
- Imam AS akan Berkunjung ke AuschwitzAntara - Rab, 22 Mei 2013
- Award untuk SBY bertolak belakang dengan laporan Deplu ASMerdeka.com - Sel, 21 Mei 2013
- Walubi: Perlakukan Islam Sama dengan Umat LainAntara - Jum, 17 Mei 2013
- Rusia Mau Belajar Hukum Islam dari Indonesia Tempo - Sel, 14 Mei 2013
- 'Harusnya SBY malu terima penghargaan perdamaian internasional'Merdeka.com - Rab, 8 Mei 2013
- Penyerangan Warga Ahmadiyah, Begini Kata MendagriTempo - Sel, 7 Mei 2013
- Kedubes AS Tolak Surat Protes ke SBY, Rohaniawan KecewaLiputan 6 - Sen, 6 Mei 2013
- Korban intoleransi beragama surati Obama soal award untuk SBYMerdeka.com - Sen, 6 Mei 2013
- Ulil: Pemerintah Tidak Tegas Urus AhmadiyahTempo - Sen, 6 Mei 2013
- Istri Gus Dur Minta Segel Masjid Ahmadiyah DibukaTempo - Min, 5 Mei 2013
- Istri Gus Dur: Solusi Ahmadiyah, cabut SKB 3 menteriMerdeka.com - Min, 5 Mei 2013
- Nyaleg, Edo Kondologit Tertular Spirit JokowiTempo - Min, 21 Apr 2013
- Pembangkang Vietnam Dilarang Bertemu Seorang Pejabat ASAntara - Sel, 16 Apr 2013
- Penghargaan Toleransi Beragama untuk SBY Keliru?Tempo - Jum, 12 Apr 2013
- Taufiq Kiemas Janji Bawa Kasus Gereja ke PresidenTempo - Sel, 9 Apr 2013
Berita Lainnya
- Pemerintah Kaji Insentif untuk Eksplorasi Migas
- Presiden: China Sepakat Renegosiasi LNG Tangguh
- Pemerintahan Yudhoyono Tak Bertujuan Menerima Penghargaan
- Jubir: Semua Pihak Objektif Menilai Penghargaan
- Pengikut Akun Twitter Presiden Tembus Dua Juta
- Istana Jawab Tudingan SBY Minta Penghargaan
- Hatta: Menkeu dari Profesional
- Presiden SBY Tanding Voli Di JatimAntara videos
- Presiden SBY Lantik Chatib Basri Antara videos
Pilihan Redaksi
1 - 4 dari 24
PEDOMAN KOMENTAR
Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Artikel Terpopuler
Hari Ini di Yahoo!
1 - 8 dari 37
Artikel Pilihan
Lainnya Dari 
POLL
Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?
Memuat...


Yahoo! OMG