Kenaikan BBM

Kata Alfred Simajuntak Soal Pemuda Sekarang  

TEMPO.CO, Jakarta - Pendidikan, bagi Alfred Simajuntak, sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa. Menurutnya, pendidikan telah meliputi segala bidang di dalam kehidupan. »Masa depan suatu bangsa itu ditentukan dari pendidikan, bukan pemerintahan, bukan perdagangan, bukan pertanian. Mendidik anak-anak menjadi pintar, negara kita akan maju,” tutur Alfred di kediamannya, di Bintaro, Tangerang, dua pekan lalu.

Alfred berharap pemerintah memperhatikan generasi muda lebih serius. Rasa nasionalisme di kalangan pemuda harus dipupuk. »Angkatan muda harus diperhatikan, yang SMP, SMA, mahasiswa. Harus dikasih semangat, karena harapan bangsa ada di situ,” kata pria 92 tahun ini.

Pencipta lagu Bangun Pemudi Pemuda ini berharap pemuda Indonesia bisa mengangkat nama bangsa lewat pendidikan dan siap berkompetisi dengan bangsa lain. Alfred memimpikan Indonesia dipandang di kawasan Asia sebagai negara yang memiliki pemuda berpendidikan tinggi.

»Anak muda harus belajar setinggi-tingginya, adu otak dengan bangsa lain. Jika semua bangsa mendengar pendidikan anak Indonesia baik, negara-negara lain akan datang ke Indonesia untuk belajar di sini,” kata ayah dari empat anak.

Alfred menyayangkan pemuda saat ini yang menurutnya tidak memiliki rasa nasionalisme. »Pemudi dan pemuda sekarang kurang nasionalis, kurang intelek juga. Karena di sini pendidikan mahal, pemerintah tidak memperhatikan pendidikan rakyatnya,” kata alumnus Fakultas Sastra Universitas Indonesia angkatan 1950 ini.

Dia juga berharap para guru di Indonesia lebih diperhatikan oleh pemerintah. Menurut Alfred, masa depan sebuah negara berada di tangan guru. »Harusnya sesekali guru dikirim ke negara lain untuk studi banding, bukan anggota DPR saja,” kata Alfred sambil terkekeh. »Kalau anggota DPR hanya ngomong saja, tapi yang penting itu guru. Ajaklah guru ke Jepang supaya bisa melihat standar intelektual di sana,” tutur Alfred.

Ketika di Semarang, Alfred menjadi guru yang mengajar musik. Beberapa nama besar pernah menjadi muridnya. Sebut saja mantan wakil presiden Sudharmono dan Jaksa Agung Ali Said.

»Kalau guru pintar dan mengangkat muridnya, negara juga terangkat. Kalau pendidikan berhasil, pemerintah, perdagangan, pertanian, dan lainnya pasti ikut maju,” kata Alfred.

ALIA FATHIYAH

Berita Terpopuler:

Keponakan Miranda Goeltom Gedor Penjara KPK

Cicak vs Buaya Memanas Lagi, Kini Polri Gugat KPK

Dirut RNI siap Ungkap Anggota DPR Peminta Upeti

Dua Hakim Agung Berseteru, Ada Pengusaha Terlibat?

Berapa Jokowi Kurban? Riya, Tak Perlu Disebut

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat