Kairo (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia Kairo mengimbau seluruh warga Indonesia di Mesir untuk waspada terkait pemberlakuan jam malam terbatas di Maidan Abbasea, Kairo Timur.
"Alhamdulillah, semua warga Indonesia di Mesir dalam kondisi aman. Bapak Duta Besar (Nurfaizi Suwandi) telah mengimbau semua WNI untuk mawas diri dan tidak mendekati tempat-tempat unjuk rasa," kata Atase Pertahanan KBRI Kairo, Kolonel Laut (P) Teguh Isgunanto kepada ANTARA di Kairo, Sabtu.
Diutarakan bahwa, "Mesir saat ini sedang dalam proses menuju negara demokrasi sehingga kita sebagai orang asing tidak turut campur urusan dalam negeri negara tempat kita bermukim ini."
Imbauan tersebut terkait situasi keamanan Mesir menyusul pemberlakuan jam malam atau jam larangan keluar di malam hari di Maidan Abbasea dan sekitar kompleks Kementerian Pertahanan di Kairo Timur mulai Jumat malam pukul 23.00 hingga pukul 7.00.
Jam malam itu diberlakukan menyusul bentrokan berdarah di Maidan Abbasea antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan yang menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai lebih 150 orang.
Dewan Tertinggi Militer (SCAF) yang berkuasa menyatakan telah menangkap 170 orang yang dituduh menjadi dalang provokasi massa dalam bentrokan berdarah tersebut.
Bentrokan di Maidan Abbasea itu merupakan kedua kalinya dalam pekan ini setelah pada Rabu (2/5) menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 170 orang.
Saat ini, jumlah warga negara Indonesia (WNI) di Mesir berkisar 5.000 orang, yang umumnya mahasiswa Universitas Al Azhar.
Selain di ibu kota Kairo, para mahasiswa Indonesia itu tersebar juga di cabang-cabang Universitas Al Azhar di sejumlah provinsi, seperti Zakazik, Tanta, Mansoura dan Iskandariyah.
Isgunanto juga mengimau mahasiswa dan mahasiswi Indonesia untuk belajar dengan tenang dalam menghadapi ujian.
Universitas Al Azhar telah menunda jadwal ujian yang semula pada awal Mei menjadi 26 Mei 2012 terkait pemilihan presiden yang akan digelar pada 23 dan 24 Mei. (rr)


Yahoo! OMG