TEMPO.CO , Jakarta: Pengamat politik dari Charta Politica, Yunarto Wijaya menyebut kunjungan calon gubernur DKI incumbent, Fauzi Bowo, ke sejumlah tempat ibadah pada Selasa 18 September 2012 bisa ditafsirkan sebagai manuver di masa tenang kampanye. »Ini reaksi kubu Foke-Nara yang berkaca dari survei,” kata Yunarto ketika dihubungi, Selasa 18 September 2012.
Menurut Yunarto, survei sejumlah lembaga menunjukkan bahwa suara buat Foke unggul di kalangan pemilih muslim. Tapi, di kalangan pemilih agama lain, Foke tertinggal. »Artinya, kalangan minoritas cenderung blocking ke Jokowi-Ahok,” kata Yunarto.
Inilah yang ingin diantisipasi kubu Foke. Dengan kunjungan ke berbagai rumah ibadah, kata Yunarto, Foke berusaha memecah suara kalangan minoritas. Foke seolah ingin menunjukkan taringnya lagi dalam basis suara kalangan pluralis. Sebab, »Foke punya basis historis yang kuat di kalangan pluralis dan minoritas tahun 2007. Dia ingin coba tampilkan lagi bahwa dia bukan anti-minoritas,” kata Yunarto. Pada pemilihan lalu, Foke berhadapan dengan jago PKS, Adang Daradjatun.
Sepanjang Selasa lalu, Foke memang berkunjung ke semua rumah ibadah non Muslim. Sejak pagi, dia tampak di Gereja Katedral, lalu Gereja Immanuel, di Gambir, Jakarta Pusat. Setelah itu, dia bergeser ke Pura Aditya Jaya di Rawamangun, Jakarta Timur dan Klenteng Kong Miao di Taman Mini Indonesia Indah.
Safari religi ini, kata Yunarto, juga merupakan upaya Foke menetralisir dampak negatif dan ucapan pasangannya, Nachrowi Ramli pada debat calon gubernur, Ahad lalu. Pada debat itu, Nachrowi sempat menyapa pesaingnya Basuki Tjahaja Purnama dengan lontaran »Haiya, Ahok”.
ATMI PERTIWI
Begini Nasib Keluarga Pembuat Film Anti-Islam
Kubu Foke Bantah Haiya Ahok Direncanakan
Pria "Miskin" Ini Simpan Sepeti Emas di Rumahnya
Kalla: Jadi Gubernur Jakarta Tak Susah-Susah Amat
Beri Masukan Jokowi, ProJakarta Undang Jusuf Kalla



Yahoo! OMG