Berburu Harta Luthfi

Keamanan China Perlakukan Kasar Aktivis Korsel

Seoul, (AFP/ANTARA) - Seorang aktivis hak Korea Selatan menuduh otoritas keamanan China pada Rabu menyalahgunakannya secara fisik saat ia ditahan selama hampir empat bulan di sana untuk membantu pengungsi Korea Utara.


Kim Young-Hwan mengatakan, dia diperlakukan dengan kasar setelah dia menolak untuk memberikan informasi lengkap tentang kegiatannya di China dan menolak mengakui dirinya melanggar hukum.


Kim dan tiga aktivis lainnya ditangkap pada 29 Maret dan dituduh membahayakan keamanan nasional China, tuduhan yang dapat membawa hukuman berat. Beijing mendeportasi mereka Jumat lalu.


Dia mengatakan dirinya mengajukan protes keras terhadap “penyiksaan dan pengobatan kasar” ketika otoritas keamanan China menyerahkannya kepada para pejabat Korea Selatan.


“Saya tidak mengerti mengapa saya disiksa secara fisik bahkan sekalipun saya tidak bermusuhan dengan China,” katanya dalam konferensi pers.


Tapi Kim menolak untuk memberikan rincian perawatannya, mengatakan China telah memintanya untuk tinggal diam dengan imbalan kebebasannya.


China adalah satu-satunya sekutu utama Korea Utara dan merupakan negara yang memulangkan para pengungsi Korea Utara yang tertangkap, meskipun diprotes kelompok hak asasi. Hal tersebut pada umumnya bertentangan dengan upaya aktivis Korea Selatan untuk membantu para buronan.


Kim mengatakan dirinya telah mengumpulkan informasi tentang kehidupan para pengungsi Korea Utara dan keadaan HAM di tanah air mereka. Dia mengatakan bahwa China mungkin telah melakukan tindakan melalui agen keamanan Korea Utara.


“Saya yakin Korea Utara telah terlibat dalam kasus ini,” kata aktivis tersebut, menambahkan bahwa salah satu rekan-rekannya telah diikuti oleh agen-agen Korea Utara.


Penahanannya sendiri, kata Kim, menunjukkan upaya China untuk membatasi kegiatan yang diatur oleh hak Korea Selatan kelompok.


Ha Tae-Kyung, presiden dari kelompok yang disebut Radio Terbuka untuk Korea Utara, yang mengudara untuk warga Korea Utara, mengatakan, China tampaknya menggunakan kasus Kim untuk mengirim “pesan peringatan” tentang kegiatan rahasia aktivis di Selatan.


Kim adalah mantan pemimpin sebuah partai sayap kiri bawah tanah yang kemudian menenmui pemimpin Korea Utara Kim Il-Sung di Pyongyang pada 1991. Dia kemudian menjadi pengecam keras rezim tersebut dan sekarang bekerja untuk sebuah kelompok hak asasi yang berbasis di Seoul.(kn/ml)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.