Palembang (ANTARA) - Kebakaran yang terjadi di Kelurahan 32 Ilir, Palembang, Selasa (9/8) pukul 20.30 WIB diperkirakan menghanguskan puluhan unit rumah warga, namun dari peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
Kebakaran tersebut terjadi saat warga sedang menjalankan ibadah shalat taraweh di masjid, tiba-tiba api yang diduga berasal dari rumah Burhan itu berkobar dan terus membesar menjalar ke rumah warga lain di sekitarnya, kata Yamin (60), warga yang mengaku rumahnya juga ikut terbakar ketika ditemui di lokasi kejadian, Rabu menjelang dinihari.
Menurut dia, begitu api membesar warga sekitar perkampungan Rukun Tetangga 13 itu berhamburan ke luar rumah menyelamatkan barang masing-masing, dan saat api sudah menghanguskan beberapa unit rumah warga, bantuan belasan unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkot Palembang tiba di lokasi kejadian.
Masih menurut Yamin, upaya pemadaman api pihak petugas unit kebakaran dibantu warga setempat, akhirnya api baru dapat dijinakkan sekitar pukul 00.00 WIB.
Pantauan ANTARA di lokasi kebakaran, warga yang rumahnya hangus terbakar sibuk menyelamatkan barang-barang bekas yang sudah terbakar masih dapat dimanfaatkan.
Sementara ratusan warga lainnya yang kebetulan melintas di lokasi kejadian ramai menyaksikan puing-puing rumah warga yang sudah rata dengan tanah menjadi arang.
Belum diperoleh informasi lengkap berapa pastinya jumlah rumah warga yang terbakar, namun menurut warga sekitar atau saksi mata sedikitnya puluhan rumah hangus terbakar.
Komandan regu unit pemadam kebakaran dari Pemkot Palembang, Eddy Kenedi, belum bisa memberikan keterangan, karena sibuk memimpin petugasnya memadamkan sisa-sisa api di lokasi kebakaran.
Sementara , sehari sebelumnya pada Selasa kebakaran juga terjadi di Desa Beringin Janggut, Kecamatan Kikim Selatan, Kabupaten Lahat menghanguskan dua rumah warga dengan korban tiga orang warga mengalami luka bakar cukup parah.
Tiga korban itu, yakni Muslim (35), Sumri (58), warga Dusun Beringin Janggut, Desa Keban Agung, Kecamatan Kikim Selatan, dan Junaidi Iskandar (28), warga Tebingtinggi, Empatlawang.
Kapolsek Kikim Selatan, Ipda Sayuti, mengatakan peristiwa kebakaran ini mengakibatkan dua unit rumah hangus terbakar dan tiga warga menjadi korban mengalami luka bakar cukup parah.
"Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, diduga disebabkan minyak tanah oplosan yang dibeli korban dari daerah Tebingtinggi, Kebupaten Empatlawang," ujar dia.
Menurut dia, dua korban yaitu Junaidi Iskandar, dan Sumri, mengalami luka bakar yang sangat parah.
"Tubuh Sumri mengalami luka bakar 80 persen, Junaidi sendiri lebih parah sekitar 90 persen, sedangkan Muslim hanya mengalami luka bakar di bagian kaki," kata dia pula.
Ia menyatakan, kejadian ini berawal saat korban Junaidi bermaksud menawarkan minyak tanah ke warung Sumri untuk dijual kembali kepada masyarakat setempat.
"Merasa ragu, Junaidi bermaksud mengetes minyak tanah tersebut dengan cara dituangkan ke dalam ember, tanpa diduga Junaidi menyalakan korek api ke arah minyak tanah yang tengah dituangkan tersebut tiba-tiba api langsung menyambar dan menimbulkan ledakan," ujar dia.
Kebakaran tersebut akhirnya berhasil dipadamkan, setelah menghanguskan dua rumah dan tiga korban mengalami luka bakar cukup parah," kata Kapolres Lahat, AKBP Benny Subandi.


Berita hiburan dari Yahoo! OMG
3 komentar