Garut (ANTARA) - Kebakaran yang meludeskan 40 rumah warga Kampung Adat Dukuh, Desa Cijambe, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu sekitar pukul 09.00 WIB berhasil dipadamkan dengan sumber air seadanya sekitar pukul 11.00 WIB.
"Api sudah padam oleh swadaya masyarakat," kata Camat Cikelet Rosidin saat dihubungi wartawan melalui telepon selulernya, Sabtu.
Upaya pemadaman kobaran api yang meludeskan seluruh rumah warga Kampung Adat itu, kata Rosidin, hanya dapat dilakukan dengan menyiramkan air dari sumber air seadanya di kampung itu.
Sedangkan upaya pemadaman api oleh mobil pemadam kebakaran sulit dijangkau karena lokasinya jauh dari jalan utama atau yang dilintasi kendaraan roda empat.
"Lokasinya jauh dari jalan raya, lagi pula tidak ada mobil pemadam kebakaran disini (Kecamatan Cikelet)," katanya.
Mobil pemadam kebakaran hanya berada di wilayah Garut kota, sedangkan di wilayah Garut selatan belum disiagakan untuk penanganan cepat pemadaman api apabila terjadi kebakaran.
"Pengajuan diadakan mobil pemadam kebakaran sudah, tapi karena terbentur anggaran, jadi sampai sekarang belum ada," katanya.
Tidak adanya mobil pemadam kebakaran, kata Rosidin terpaksa seluruh warga Kampung Adat Dukuh berusaha memadamkannya secara gotong royong menyiram setiap kobaran api.
Bangunan rumah adat yang bermaterial kayu, bambu beratapkan injuk itu, menurut Rosidin, memudahkan kobaran api terus membesar dan menjalar ke rumah adat lainnya.
"Rumahnya itu kan panggung dari bambu, jadi mudah terbakar," katanya.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, seluruh warga Kampung Adat sebanyak 40 Kepala Keluarga tersebut selamat.
Setelah api padam warga Kampung Dukuh masih bertahan dan membereskan sisa-sisa puing bangunan dan belum diketahui akan tinggal dimana dengan kondisi rumah yang sudah dalam keadaan ludes hangus terbakar.
Sementara itu Kampung Adat Dukuh salah satu objek wisata budaya di Kabupaten Garut itu terletak sekitar 150 Km dari Garut kota.
Lokasi Kampung Adat yang berada diantara pegunungan wilayah Garut selatan itu, akses jalannya masih belum memadai dengan kondisi jalan bebatuan dan tanah melewati hutan.
Warga Kampung Adat Dukuh tersebut secara turun temurun mempertahankan adat dan budaya leluhur.
Kondisi bangunan rumah adat mereka masih beratapkan ijuk, bambu dan kayu, serta masih mempertahankan cara memasak dengan tungku bahan bakar kayu dan menolak menggunakan kompor gas atau kompor minyak karena bertentangan atau menyalahi aturan adat leluhur.


Berita hiburan dari Yahoo! OMG
Belum ada komentar