Washington (AFP/ANTARA) - Amerika Serikat mengecam rencana Israel untuk memperluas permukiman di Tepi Barat, dan mengatakan hal itu menimbulkan rintangan terhadap dimulainya pembicaraan perdamaian dengan Palestina.
"Kami sangat yakin bahwa dilanjutkannya pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat mengganggu upaya perdamaian dan bertentangan dengan komitmen serta kewajiban Israel," kata Mark Toner seorang juru bicara Departemen Luar Negeri.
"Posisi kami terkait pemukiman tetap tidak berubah. Kami tidak menerima legitimasi dilanjutkannya pembangunan pemukiman Israel."
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk membangun 300 unit pemukiman baru di Beit El, setelah anggota parlemen menolak RUU yang dapat menyelamatkan lima bangunan di salah satu permukimaan yang akan dibongkar.
Tapi Netanyahu memperingatkan setelah pemungutan suara bahwa ia tidak akan membiarkan orang-orang untuk "menggunakan sistem hukum untuk mengganggu gerakan pemukiman," serta mengumumkan rencana menambahkan 300 rumah baru di Beit El, yang terletak di dekat kota Ramallah, Tepi Barat. (yg/pt)


