Kecelakaan Sukhoi Superjet Pukulan bagi Industri Penerbangan Rusia

Moskow (AFP/ANTARA) – Jatuhnya pesawat Superjet 100 di Indonesia merupakan pukulan berat bagi industri penerbangan Rusia, yang berharap pesawat sipil pertama Rusia yang dibuat pasca-Soviet akan memperbaiki citranya.


Superjet 100, yang dikembangkan oleh pembuat pesawat legendaris Sukhoi Rusia, pertama mengudara pada 2008 dan baru memulai penerbangan komersial pada tahun lalu, yang oleh para pejabat diharapkan menandai perubahan haluan untuk industri.


Industri penerbangan Rusia masih dibayangi stereotip pesawat Soviet dengan bentuk aneh dan rawan kecelakaan, tetapi Superjet adalah proyek baru yang bertujuan untuk menyajikan wajah baru yang berkilauan dari kecakapan teknisi Rusia ke dunia.


Dalam ironi yang mengerikan, kecelakaan itu terjadi ketika pesawat itu melakukan uji terbang di Jakarta untuk para tamu termasuk eksekutif penerbangan asing saat tur pertamanya di Asia untuk menggalang lebih banyak pesanan di wilayah tersebut.


Pemerintah Rusia telah memperjuangkan proyek Superjet senilai 1 miliar dolar Amerika (sekitar Rp9,2 triliun), dengan merayu industri raksasa Italia Finmeccanica untuk membeli saham tersebut, dan apa pun penyebab kejadian itu, dukungan ini akan tetap kuat.


"Kami masih berharap bahwa insiden di Jakarta tidak akan memiliki pengaruh pada pesanan Superjet," kata seorang pejabat dari Departemen Perdagangan dan Industri Rusia kepada harian Vedomosti.


Pesawat ini dimaksudkan untuk menggantikan Tupolev-134, yang dibuat Soviet untuk penerbangan jarak pendek, yang kerap terjadi musibah dalam beberapa dekade terakhir dan yang banyak perusahaan penerbangan seperti Aeroflot tidak menggunakannya lagi.


"Apa yang terjadi pasti akan memperlambat program dan menyebabkan beberapa kerusakan reputasi," kata direktur Pusat Analisis Strategi dan Teknologi Ruslan Pukhov kepada harian Izvestia.


"Tapi program ini tidak akan berhenti dan Superjet masih akan dijual baik di pasar domestik maupun asing."


Lebih dari setengah lusin Superjets sedang terbang komersial, kebanyakan untuk Aeroflot pada rute jarak pendek seperti dari Moskow ke Minsk dan dari Moskow ke Nizhny Novgorod tetapi juga untuk maskapai penerbangan Armenia, Armavia.


Armavia yang membuat penerbangan komersial pertama menggunakan Superjet pada 2011, segera diikuti oleh Aeroflot, yang sekarang terutama mengoperasikan Airbus dan jet Boeing setelah menyingkirkan Tupolev.


Sukhoi telah menandatangani dalam beberapa bulan terakhir penjualan 12 jet untuk maskapai penerbangan Italia Blue Panorama Airlines dan 15 pesawat oleh maskapai Meksiko Interjet serta kesepakatan untuk menjual 12 pesawat ke maskapai Indonesia PT Sky Aviation.


"Rencana komersial utama dan harapan dari industri penerbangan Rusia sedang beristirahat khusus pada SSJ 100," kata harian Kommersant.


Hilangnya pesawat telah mengirimkan gelombang kejutan melalui industri penerbangan Rusia, dengan laporan pers mengatakan pilot Alexander Yablontsev yang sangat berpengalaman dan dianggap terkemuka untuk menguji Sukhoi Superjet.


"Jelas, setiap bencana dengan kerusakan, reputasi jenis pesawat yang terlibat," kata ahli pertahanan dan penerbangan Rusia Konstantin Makiyenko kepada kantor berita Interfax.


"Lebih-lebih bila, seperti dalam kasus kecelakaan Superjet, kita berbicara tentang pasar baru untuk produk," katanya, seraya menambahkan bahwa keputusan yang pasti hanya bisa diambil saat penyelidikan selesai.


Proyek Superjet merupakan perusahaan patungan antara Sukhoi dan perusahaan Italia Alenia Aeronautica, yang merupakan bagian dari sebagian milik negara konglomerat Finmeccanica Italia. (nm/mp)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.