AS Kecualikan Singapura dan China dari Sanksi Terhadap Iran

Washington (AFP/ANTARA) - Amerika Serikat Kamis mengecualikan Singapura dan China dari sanksi-sanksi menyangkut pembelian minyak dari Iran beberapa jam sebelum batas waktu berakhir, mengatakan negara-negara ekonomi besar bersatu dalam menekan Teheran.

Akan tetapi, Amerika Serikat tidak memberikan pengecualian kepada importir-importir berskala kecil seperti Pakistan dan Afghanistan, yang berarti bank-bank dari negara-negara itu dapat menghadapi hukuman jika mereka melakukan transaksi-transaksi bagi minyak Iran.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton memutuskan bahwa China dan Singapura telah "melakukan penurunan yang signifikan" pembelian minyak mentah mereka dari Iran, memberikan kedua negara itu pengecualian pada hari terakhir sebelum sanksi-sanksi itu diberlakukan.

Berdasarkan satu undang-undang yang bertujuan untuk menekan Iran menyangkut program nuklirnya, AS akan melarang lembaga-lembaga keuangan membeli minyak dari Iran, yang memaksa mereka memilih antara Teheran dan negara ekonomi terbesar dunia.

Hillary memberikan ancaman sanksi-sanksi yang keras menghentikan ekspor minyak mentah Iran dan memperkirakan akan menyebabkan negara itu kehilangan pendapatan delapan miliar dolar AS setiap triwulan.

"Tindakan-tindakan kumulatif internasional itu adalah satu demonstrasi jelas terhadap pemerintah Iran yang terus melanggar kewajiban-kewajiban nuklir internasional dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar," katanya dalam satu pernyataan.

Banyak negara sebelumnya menyatakan cemas pada undang-undang AS itu. China dan India termasuk di antara negara-negara yang berbicara keras, semula memprotes bahwa negara mereka yang sangat membutuhkan energi seharusnya tidak mempedulikan undang-undang domestik AS itu.

Tetapi para pejabat AS menyombongkan diri bahwa negara-negara yang memiliki hubungan sangat berbeda denga AS-- dari sekutu dekat Jepang sampai kadang-kadang sebagai pesaing yaitu China-- semuanya memutuskan pada akhirnya bahwa jalan terbaik adalah menghentikan impor minyak dari Iran.

Hillary mengecualikan negara-negara anggota Uni Eropa dan Jepang Maret dan pada 11 Juni pada India, Malaysia. Afrika Selatan, Korea Selatan, Sri Lanka, Turki dan Taiwan. Pengecualian-pengecualian itu adalah untuk periode 180 hari yang dapat diperpanjang.

AS melakukan perundingan yang luas dengan China dan Singapura sementara batas waktu akan segera berakhir. Seorang pejabat AS memuji pernyataan China belum lama ini bahwa impor minyaknya dari Iran turun 25 persen antara Januari dan Mei dari setahun sebelumnya dan pengurangan akan diberlakukan lagi tahun ini.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Ileana Ros-Lehtinen dari partai Republik yang menjadi ketua Komite Hubungan Luar Negeri Kongres, mengecam pemerintah Demokrat, dengan mengatakan China tetap pembeli terbesar minyak Iran.

Singapura mengatakan pihaknya secara praktis tidak mengimpor minyak Iran pada Mei.

Israel dan sejumlah pejabat Barat khawatir Iran sedang berusaha membuat senjata nuklir. PM Israel Benjamin Netanyahu tidak mengesampingkan satu serangan militer, yang membuat pemerintah Presiden Barack Obama mengusahakan tekanan ekonomi terhadap Iran untuk mencegah perang.

Pemerintah Iran telah melakukan perundingan yang berlarut-larut dengan sejumlah negara dan menegaskan bahwa program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.(rr)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.