Berburu Harta Luthfi

Kelalaian Pemerintah Dipersalahkan Atas Banjir di Rusia

Moskow (AFP/ANTARA) – Kelalaian pemerintah daerah dan kegagalan untuk belajar dari bencana sebelumnya, merupakan faktor utama di balik banjir bandang yang merenggut sedikitnya 171 nyawa di bagian selatan Rusia.


Para pejabat menyalahkan hujan yang aneh atas bencana tersebut, namun baik surat kabar pro pemerintah maupun yang menjadi oposisi sama-sama menyatakan bahwa kegagalan pemerintah telah menyebabkan bencana terparah terjadi di kota Krymsk.


“Tragedi di Krymsk adalah sebuah contoh yang sempurna dari kecerobohan sekaligus dampak dari kelalaian lainnya,” kata harian yang pro pemerintah Kremlin, Izvestia, dalam sebuah penilaian pedas mereka.


Harian Vedomosti mengatakan bahwa banjir di wilayah Krasnodar sama sekali bukan hal baru dan pihak berwenang sebenarnya telah menyadari hal itu, terutama setelah banjir mematikan pada musim panas 2002 yang juga melanda Krymsk.


"Bencana itu menunjukkan ketidakmampuan pemerintah untuk melindungi penduduk dari bencana alam," kata surat kabar ekonomi yang cenderung menjadi oposisi tersebut.


"Orang-orang tidak dievakuasi dan tidak diberikan peringatan tentang ancaman tersebut," katanya.


Sedangkan media yang pro pemerintah, Komosmolskaya Pravda membuat headline dengan sebuah foto dari bencana Krymsk dan mempertanyakan: “Mengapa ada begitu banyak kematian?”


Mereka mencatat bahwa para warga menerima peringatan tentang cuaca buruk melalui pesan SMS dan juga mendapatkan informasi dari berita-berita TV lokal. “Namun, sebagaimana yang dikatakan penduduk Krymsk, kebanyakan orang mengatakan bahwa mereka tidak tahu apa-apa tentang ini.”


Surat kabar Moskovskiy Komsomolets mengatakan bahwa: "Bencana Krymsk seharusnya bisa diramalkan dan dihindari.”


"Tidak ada gunanya menunggu bantuan dari pihak berwenang, paling tidak dalam jam-jam pertama setelah bencana," katanya menambahkan. (ai/pt)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.