Ottawa (ANTARA/Xinhua-OANA) - Forum global pertama bahasa Prancis berakhir Jumat (6/7) di Kota bersejarah Kanada, Quebec, yang didirikan oleh penjelajah Samuel de Champlain pada 1608 dan dipandang sebagai kantung penduduk berbahasa Prancis di Amerika Utara.
Sebanyak 1.500 peserta dari 100 negara menghadiri forum lima-hari tersebut yang diselenggarakan oleh Organisasi La Francophonie Internasional, yang terdiri atas 75 negara anggota dan pengamat dan mewakili sebanyak 220 penutur bahasa Prancis di seluruh dunia.
Kendati bahasa Prancis dituturkan dan diajarkan di lima benua, bahasa itu "tak bisa selamat dalam pengucilan", demikian peringatan Sekjen penyelenggara Abdou Diouf --yang juga adalah mantan presiden Senegal. Diouf menyalahkan pengusaha karena tak terlalu peduli untuk mempromosikan bahasa tersebut di seluruh dunia.
Perdana Menteri Quebec Jean Charest menyebut provinsinya, tempat bahasa Prancis menjadi satu-satunya bahasa resmi, model harapan bagi kelangsungan hidup globala bahasa Prancis.
Charest mengatakan pengaruh bahasa Prancis "tak lagi sama" di PBB, sementara di Eropa, bahasa Inggris kebanyakan menjadi bahasa utama di media dan iklan, demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Sabtu malam.
Salah satu tema utama forum itu ialah keragaman linguistik, dan "tak ada tempat yang lebih baik untuk membahas" topik tersebut selain Kanada, yang dwi bahasa --tempat bahasa Prancis dan Inggris menjadi dua bahasa resmi, kata Perdana Menteri Kanada Stephen Harper.
"Dua bahasa nasional kami memberi kami akses ke dua kebudayaan besar," kata Harper kepada peserta forum itu.
Data statistik memperlihatkan hampir tujuh juta orang Kanada mengakui bahasa Prancis sebagai bahasa ibu mereka, dan lebih dari sembilan juta orang menjadi penutur bahasa tersebut.
Diouf memperkirakan sampai akhir 2050, akan ada lebih dari 700 juta penutur bahasa Prancis di seluruh dunia, dan 80 persen di antara mereka berada di Afrika.
Michaelle Jean, yang menjadi gubernur jenderal ke-27 Kanada untuk mewakiliki Ratu Elizabeth II dari Inggris --Kepala Negara Kanada-- dari 2005 sampai 2010, akan menjadi "Grand Temoin La Francophonie, atau saksi utama, selama Pertandingan Olimpiadi Musim Panas mendatang di London, Inggris. Tujuan kehadirannya ialah untuk memastikan dipatuhinya Piagam Olimpiade yang berkenaan dengan bahasa Prancis sebagai bahasa resmi.(rr)

