Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Kelebihan dan Kekurangan 'Home Schooling'

    Metode pengajaran home schooling atau belajar di rumah mulai populer di tanah air. Namun belum banyak yang memilih metode itu karena dianggap tidak umum. Ingin tahu kelebihan dan kekurangan metode pengajaran ini?

    Berikut beberapa kelebihan serta kekurangan dari metode belajar di rumah, seperti dikutip dari Parenting.

    Kelebihan:

    1. Waktu yang lebih fleksibel
    Metode bersekolah di rumah memberikan kelonggaran waktu bagi anak-anak. Mereka bisa menentukan waktu belajar mereka sendiri.

    2. Sosialisasi
    Metode bersekolah di rumah membuat anak Anda tak hanya bersosialisasi dengan teman sepermainan dengan umur yang sama, namun juga dengan orang-orang yang jauh lebih tua dari mereka (para staf pengajar).

    3. Belajar setiap saat
    Saat anak Anda sakit, atau kurang enak badan, ia tetap dapat belajar di rumah.

    4. Kurikulum lebih terfokus
    Anak bisa langsung memilih kurikulum yang ia minati saja, dan tidak perlu mempelajari segala sesuatu yang sifatnya terlalu umum.

    5. Bebas dari ancaman teman
    Seringkali anak-anak merasakan tekanan dari teman sebayanya yang membuatnya trauma dan ketakutan. Sekolah di rumah membuat anak Anda terbebas dari hal tersebut.

    Kekurangan:

    1. Kurang pengajaran disiplin
    Terlalu fleksibel bisa menjadi bumerang bagi anak Anda. Tak adanya waktu yang jelas saat menjalankan pendidikan bisa membuat disiplin anak-anak berkurang.

    2. Minimnya kompetisi
    Home schooling mengurangi kesempatan anak untuk berkompetisi secara sehat dengan teman sebayanya dalam bidang apapun. Padahal kompetisi akan membangkitkan semangatnya untuk lebih maju.

    3. Belum ada standardisasi kurikulum
    Karena home schooling termasuk metode pengajaran yang masih jarang, maka belum ada standar kurikulum yang jelas di Indonesia.

    4. Sosialisasi
    Anak-anak juga perlu bersosialisasi dengan teman sebayanya. Anda memang tidak bisa melindunginya setiap saat tekanan anak-anak lain. Namun hal itu juga bisa membuatnya menjadi semakin berani, dan belajar menghadapi segala masalah.

    5. Keuangan
    Sekolah di rumah biasanya membutuhkan biaya yang jauh lebih besar dari sekolah umum. Sebelum memutuskan memilih metode ini, Anda harus memastikan dulu kondisi keuangan Anda.

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    34 komentar

    • HS  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Di homeschooling beberapa hal yang paling banyak dipertanyakan adalah sosialisasi. Pengalaman anak kami 7 tahun dalam berhomeschooling malah sosialisasi adalah kekuatan dia. Dia tidak pernah malu-malu dalam berkomunikasi dengan siapa pun. Tidak ada masalah dalam mengutarakan pendapatnya terhadap siapapun. Tidak pernah berpikir bahwa ada adik kelas dan kakak kelas yang bukan bagian dari temannya. Dan saya pikir, di dunia nyata berteman atau bersosialisasi tidak dikelompok-kelompokkan berdasarkan umur. Apabila dia bisa berkomunikasi dengan semua pihak, teman sebaya atau tidak sebaya berarti dia lebih berhasil dalam bersosialisasi.

      Kemudian disiplin. Disiplin yang paling baik menurut saya apabila disiplin datang dari diri anak itu. Jadi bukan karena kalau tidak datang jam 7 untuk ikut upacara bendera dihukum berdiri ditengah lapangan sendirian selama 1 jam. Bukan karena adanya sanksi. Saya lebih senang apabila kita menginginkan anak kita disiplin untuk sarapan pagi, buatlah dia senang untuk menyantap makanannya. Saya kira apabila dia senang dengan menu makanannya dia akan selalu menantikan saat untuk sarapan pagi. Tanpa perlu disuruh-suruh, apalagi dipaksa-paksa dia akan disiplin untuk sarapan pagi. Hal-hal seperti ini yang lebih mudah diterapkan di homeschooling. Yaitu membuat kegiatan positif yang disenangi oleh anak tersebut.

      Dalam ber-homeschooling kami lebih senang berkolaborasi daripada berkompetisi. Percayalah
      dengan berkolaborasi tanpa sadar kita juga akan terseleksi oleh alam. Tanpa kita sadari alam
      akan memilih dan menyaring yang terbaik. Artinya tanpa sadar homeschooler juga berkompetisi, tetapi dengan cara yang lebih sehat.

      Mengenai biaya yang katanya homeschooling lebih mahal. Contohnya dengan uang 10 juta. Dengan uang sebesar itu mungkin di sekolah formal bisa dibuatkan komponen biaya untuk membangun lapangan futsal. Tetapi anak saya tidak suka futsal. Jadi komponen dari 10 juta tadi tidak bisa dinikmati oleh anak saya. Tapi dengan 10 juta di homeschooling, saya bisa atur sendiri dengan uang sebesar itu bisa dipakai untuk kursus berenang selama setahun, kursus balet dan membeli gitar yang memang kesenangan anak itu. Artinya uangnya tepat sasaran. Tidak ada uang yang dikeluarkan tetapi tidak diperuntukkan untuk anak itu.

      Mengenai kurikulum ada kurikulum Diknas. Bisa di download secara gratis termasuk materi2 pelajarannya. Silakan di google. Saat ini saya lebih tertarik kurikulum internasional dan standardnya sangat banyak.

      Hanya perlu diperhatikan dalam ber-homeschooling yang paling perlu ditekankan adalah komitmen dari orang tuanya. Karena harus dibedakan antara bersekolah formal, bersekolah rumah atau tidak sekolah sama sekali. Apabila orang tua tidak mau terlibat langsung dalam pendidikan anaknya sangat2 wajar apabila harus dititipkan ke orang lain, dalam hal ini adalah sekolah formal. Tapi kalau saya pribadi lebih senang pendidikan kami kelola sendiri. Toh jaman sekarang untuk mendapatkan informasi sudah sangat-sangat mudah. Jadi untuk menjalankan homeschooling juga lebih mudah.
    • Homeschooling Indonesia  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Wahai Penulis, Anda dibayar mahal oleh Yahoo Indonesia, lalu kenapa Anda malas riset padahal keluarga homeschooling Indonesia banyak yang sudah bisa dihubungi lewat blog homeschooling mereka masing-masing?

      Anda salah besar soal kekurangan homeschooling.
      1. Kurangnya disiplin. Salah! Untuk homeschooling dituntut kedisiplinan yang tinggi dari dalam diri anak itu sendiri. Anak homeschooling akan lebih banyak berlatih disiplin dan berinisiatif daripada anak sekolah yang disuruh-suruh terus oleh gurunya.

      2. Minimnya kompetisi. Salah! Banyak anak homeschooling yang memilih homeschooling karena ingin menang dalam kompetisi sesuai bakatnya, olahraga, seni, spelling bee, robotik, dan sebagainya. Mereka tidak takut kompetisi karena mereka dalam posisi yang menguntungkan untuk MENANG.

      3. Belum ada standardisasi kurikulum. Justru kebaikan homeschooling karena bisa menyesuaikan kurikulum dengan keunikan tiap-tiap anak. Ketika anak homeschooling ikut ujian persamaan dari pemerintah, mereka pasti harus belajar kurikulum nasional.

      4. Sosialisasi. Kurang tantangan? Anda salah! Menjadi anak homeschooling lebih berat karena orang-orang sekitar akan melecehkan dan anak harus berani menjadi lain sendiri. Kalau ada anak orang lain yang berani melakukan bullying seperti yang kerap terjadi di sekolah, keluarga homeschooling akan melakukan tindakan penanganan yang wajar kita lakukan di masyarakat beradab, yaitu: melaporkan pada pihak berwajib, bukan menahan penderitaan sampai dia lulus sekolah.

      5. Masalah keuangan? Salah! Keluarga homeschooling menghemat uang pangkal, SPP, seragam, dan lain-lain. Yang semuanya bisa dialihkan untuk membeli buku-buku yang lebih penting untuk pendidikannya, atau biaya homestay ke luar negeri sehingga mereka bisa menjelajah dunia kalau mau. Orangtua homeschooling punya kekuasaan penuh untuk menentukan biasaya pendidikan anaknya. Mereka tidak perlu mengeluh betapa mahalnya biaya pendidikan seperti orangtua lain yang pilih sekolah.
      • Steven 1 tahun 0 bulan lalu
        betul sekali "Home Schooling" is best choice dalam mendidik anak bagi siapa saja.
      • Marcella 1 tahun 0 bulan lalu
        setuju^^... home schooling proteksinya lebih mantabbb... n g panas"an klo pulang sekolah ^^
    • Homeschool Mama  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Saya sarankan kepada penulis untuk melakukan riset lagi soal homeschool sebelum menerbitkan tulisan di website dengan berbagai kesalahan seputar kekurangan homeschool. Kekurangan2 yang disebutkan diatas adalah mitos-2 yang beredar seputar homeschool. Jika anda meneliti lebih dalam maka semua kekurangan itu terjawab. Contohnya poin sosialisasi di atas, penulis mengatakan bahwa anak disekolah bergaul dengan para staf? Apa bedanya dengan homeschool yang bergaul dengan gurunya? Sementara di sisi homeschool, penulis memiliki asumsi bahwa anak hanya hidup dalam rumah, tidak keluar sehingga tidak kenal dengan siapapun selain orang tuanya. Tolong teliti lagi, sebelum membuat generalisasi.
      • Cew Foundation 1 tahun 0 bulan lalu
        Mama sangat jeli dlm hal ini. Sebagai ortu yg mengikuti pola pendidikan homeschool (sesuai nick Mama), Mama pasti sdh byk melewati jurang dan lembah suara minor krn mitos di lingkungan Mama. Salut dgn Mama. Selamat menikmati kebanggaan akan kemerdekaan meraih ilmu (pendidikan) yg sesungguhnya, sementara banyak yg lain msh menganggapnya sebuah impian.
    • Pengguna Yahoo!  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Setiap anak (manusia) diciptakan dengan minat dan bakat yang berbeda bahkan ada yang sangat berbeda.. dan homeschooling sangat mengakomodir semua itu. soal biaya, saya rasa justru Homeschooling itu jauuuuuh lebih murah.. g pake transport, g pake uang gedung, g pake tutor juga bisa, tergantung kreativitas dan fokus anak dan orang tua, ijasah juga diakui negara, mau ijasah internasional juga bisa. :)
    • Gusmar  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Saya lebih suka membiarkan orang membuat pilihan2nya masing2... Home schooling oke, public school juga boleh... Untuk yang bisa memilih, mungkin, akan lebih suka home schooling... Kalau memastikan keselamatan anak di sekolah menjadi barang mewah, bahkan tak terjangkau, dan kebetulan ada pula kemampuan secara finansial, mengapa tidak home schooling? Home schooling vs Public School, menurut saya adalah puncak gunung es di tengah lautan keraguan banyak pihak tentang kegagalan Pemerintah menyelenggarakan suatu metode pendidikan yang berbudipekerti.
    • Maria M  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Apakah Anda, Amelia Ayu Kinanti, penulis artikel ini, adalah praktisi homeschooling? atau keluarga homeschooling? atau kenal dekat dengan keluarga homeschooling? Jika tidak, janganlah Anda menulis tanpa dasar yang benar. Melalui tulisan Anda, anda telah menyampaikan hal yang keliru. cobalah lihat dari dekat keseharian keluarga homeschooling, atau bacalah artikel sharing keluarga homeschooling. Jangan berusaha meraih ketenaran melalui ketidakbenaran.
      • Andini 1 tahun 0 bulan lalu
        Jangan menulis sembarangan di media massa. Yang gini ini nih, bikin masyarakat tambah tidak tercerahkan soal homeschooling.
    • Sisca Maya  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Saya adalah ibu 2 orang anak dan kedua anak saya berhomeschooling. Si sulung pada mulanya berseklah formal tetapi semenjak dia mengalami bully dan kejenuhan disekolah yg menurut dia pelajarannya sudah melebihi kemampuannya, kami memutuskan untuk menghomeschoolingkan anak kami. Ternyata setelah ber home schooling kemampuan akademis, kemandirian, bersosialisasinya serta rasa percaya dirinya meningkat dengan drastis. Padahal waktu bersekolah formal anak saya dikatakan bermasalah dan tidak pe de. Saya tidak mengatakan bahwa sekolah formal itu jelek, semua kembali lagi kepada kita sebagai orang tua. Kebetulan anak saya mempunyai talent yg cukup diatas rata2 dalam bidang art, mungkin sekolah formal bukan plihan yang tepat bagi dia. Kita mempunyai kebebasan memberikan yg terbaik bagi anak anak kita, maka marilah kita saling menghormati segala keputusan yang telah diambil oleh masing masing orang tua dalam pendidikan anak anaknya. Saya yakin pilihan yang di ambil oleh para orangtua pasti sudah difikirkan dengan masak masak dan pasti yg terbaik buat anak anaknya.
      • Maria M 1 tahun 0 bulan lalu
        Apakah anda, Amelia Ayu Kinanti, penulis artikel ini, tahu tentang homeschooling? mempraktekkan homeschooling? mengenal keluarga homeschooling dari dekat? Saya rasa, tulisan ini sangat dangkal dan sangat tidak mencerminkan keluarga homeschooling yang sebenarnya. Kalau Anda tidak tahu kebenaran kondisi keluarga homeschooling, janganlah asal menulis, jangan berusaha menggali ketenaran dari ketidaktahuan. Bacalah artikel-artikel yang ditulis oleh keluarga homeschooling yang sebenarnya, yang mendidik sendiri anak-anak mereka, maka anda akan membuktikan bahwa "kekurangan" homeschooling yang anda tulis ini tidak benar sama sekali.
    • edison  •  11 bulan yang lalu
      olo2 semuanya benar and perlu di diskusikan lebih lanjut lagi.. dengan segala kerendahan hati kami butuh saran untuk anak kami yang akan meng home Schooling
    • Ing Ing  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Sebagai salah satu keluarga praktisi homeschooling di Indonesia, saya heran membaca artikel di atas. Kesan yang saya tangkap, artikel tersebut ditulis tanpa riset dan fakta yang jelas. Yang saya sesalkan, artikel semacam ini bisa memberikan pengertian yang salah kaprah tentang homeschooling. Penulis sebaiknya mengamati, bertanya dan mengadakan riset atas beberapa keluarga homeschooling, sehingga bukan mitos dan fakta yang "dangkal" yang disampaikan.

      Ini salah satu contoh fakta yang tidak benar yang penulis sampaikan:
      "Sekolah di rumah biasanya membutuhkan biaya yang jauh lebih besar dari sekolah umum. Sebelum memutuskan memilih metode ini, Anda harus memastikan dulu kondisi keuangan Anda."

      Fakta yang kami alami:
      Kami pernah memakai kurikulum seharga 2.5 juta Rupiah setahun.

      Kondisi keuangan yang sedang sulit sekalipun, anak tetap bisa bersekolah dengan modal internet dan link websites pendidikan dengan mutu sekolah internasional.
    • Edy  •  1 tahun 0 bulan lalu
      seorang anak yang memiliki disiplin dan tanggung jawab, tidak akan bermasalah di manapun dia belajar, tetapi sekarang sudah banyak sekali orang tua yang mengabaikan 2 hal tersebut, saya rasa home schooling cocok untuk anak yang punya bakat tertentu karena dia butuh untuk lebih fokus pada bakat tersebut, untuk awal pendidikan lebih bagus kalo di public school dengan alasan sosialisasi dan membentuk 2 hal diatas, seperti contoh "TEX SAVERIO" pada awalnya dia sekolah di sekolah umum tapi setelah dia sudah merasa menemukan bakat yang dia cintai dan dia suka melakukan itu, maka diapun keluar sekolah dan pindah ke sekolah yang dia cintai (sekolah desainer) meskipun dia seharusnya masih berstatus pelajar sma, karena menurut saya sekolah itu bukan untuk mencari kerja ato uang tapi untuk menciptakan pola pikir dan prilaku yang terpelajar
    • hesti  •  1 tahun 0 bulan lalu
      bebas memilih.. toh metode pengajaran yang baik akan menghasilkan baik pula.. Namun, didikan dari keluarga masih jadi yang utama
    • sunbokhong  •  1 tahun 0 bulan lalu
      .... saya kira home schooling lebih baik deh...bisa menghemat ongkos, mengurangi kemacetan... belajar lebih tenang.... bisa focus.... dan lebih aman.....
      tapi semua itu tergantung pada kemauan kita untuk belajar lebih serius....
    • Niey Mangkuto  •  1 tahun 0 bulan lalu
      kalau seandainya home schooling dengan standar luar negeri bisa gak ya...
      • Pengguna Yahoo! 1 tahun 0 bulan lalu
        sangat bisa.. coba browsing aja.. :)
    • Jonny  •  1 tahun 0 bulan lalu
      menurut saya, public school lebih membuat anak siap dengan dunia nyata, ada keras, kompetisi, teman, senang, sedih, dimarahin guru dll, yang paling penting anak diajar disiplin dan belajar berkelompok.
    • Steven  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Home schooling sebenarnya bisa juga bersosialisasi juga bisa berdisipkin tergantung orang tuanya bagaimana dalam home schooling mengajar anak-anak dalam belajar. Jadi jangan bilang donk tidak bisa disiplinlah, tidak bisa bersosialisasilah, ohh tidak itu semua bisa dilakukan dalam home schooling. orang tua punya peranan penting dalam mendidik anak. Jadi pilihan home schooling oke-oke aja. trims
    • Mella  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Saya sangat setuju dengan asumsi bahwa pola pendidikan adalah pilihan masing-masing keluarga, mau homeschooling atau sekolah formal tergantung pilihan yang di rasa paling tepat, tetapi saya sangat TIDAK SETUJU dengan penulis yang bukan praktisi homeschooling malah menulis yang keliru tentang homeschooling. kalau mau nulis ya mbok riset dulu, kan banyak keluarga homeschooling di Indonesia. jangan jadinya membuat opini keliru tentang homeschooling.. apalagi permasalahan tentang kondisi keuangan yang di sebutkan di atas... hmm... smoga jadi koreksi deh..
    • y  •  1 tahun 0 bulan lalu
      enaknya mau tanya apa aja ke guru gk ada malu2in....
    • Lho  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Komentar-komentar yang dulu pada kemana ya?
    • Andy  •  1 tahun 0 bulan lalu
      Home schooling terlihat bagus untuk segi pengaruh negatif dari lingkungan sekolahan, tetapi jika di lihat dari hasil didik dari beberapa kerabat sodara yang menjalankan home schooling. terlihat tidak ada sosialisasi dari anak2 mereka. dari hasrat bermain, hasrat untuk tatap muka dengan orang lain, dan hasrat hidupnya sangat berbeda dengan anak2 yang sekolah seperti biasa. dimungkinkan karena dari kecil hingga remaja mereka hanya berbicara dan bertemu dengan orang tua dan guru didiknya saja. apakah anak itu siap melanjutkan hidup dalam kehidupan real di luar rumah pada saat dewasa ketika orang tua mereka sudah tidak bisa mensupport hidup mereka lagi?
    • PJH  •  1 tahun 0 bulan lalu
      kekurangan yang anda ungkapkan kok bertolak belakang dengan apa yang saya lihat ya..
      walaupun saya bukan praktisi homeschooling, tapi keliatan loh bedanya anak2 homeschooling dgn anak2 public school...
      untuk poin 3:
      hm bicara soal standar kurikulum.. apa standar kurikulum nasional juga sudah baik? apa kita hanya perlu standar kurikulum nasional saja? untuk apa sih sebenarnya standar kurikulum itu? apa standar kurikulum itu dibuat supaya anak-anak pintar secara akademik saja?
      untuk poin 1:
      saya suka mengamati anak-anak.. yang saya lihat adalah kebanyakan - tidak semua ya- anak2 skrg kurang disiplin, kurang "diajar" dan cenderung kasar dan tidak sopan pada siapa saja.. dan yang kebanyakan ini bersekolah di sekolah umum -public school-. kenapa begitu?
      untuk poin 2:
      saya pernah membaca sebuah riset di suatu negara -UK kalau tidak salah-, riset itu mengatakan bahwa anak-anak yang ber-homeschooling dari segala aspek lebih bermutu dan universitas favorit lebih memilih anak-anak yang ber-homeschooling daripada anak-anak dari public school. kenapa begitu?
      harusnya anda meneliti dulu dengan lengkap sebelum anda menulis mba amel...

    Terpopuler

    POLL

    Apakah Anda setuju dengan langkah polisi yang siap membubarkan konser Lady Gaga demi keamanan?

    Memuat...
    Opsi Pilihan Jajak Pendapat