Manila (ANTARA/Xinhua-0ANA) - Kelompok-kelompok Filipina mengutuk pembunuhan terhadap Willem Geertman, seorang warga negara Belanda yang bekerja untuk satu lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Geertman tewas pada Selasa di depan kantornya di Provinsi Pampanga, Filipina utara, oleh orang bersenjata mengendarai sepeda motor. Dia ditembak dari jarak dekat.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Rabu, Jaringan Tanggap Bencana Penduduk kota (CDRN) mengatakan, kematian Geertman adalah satu "kehilangan besar bagi seluruh jaringan."
"Kami berduka dan mengutuk pembunuhan brutal itu. Karena kita berduka atas hilangnya seorang pekerja yang berkomitmen pada pembangunan, kita juga bersumpah untuk melanjutkan tindakan-tindakan baik bagi masyarakat rentan dan tanggap kemanusiaan," kata Ketua CDRN Jimmy Khayog.
Geertman adalah direktur eksekutif dari organisasi manajemen bencana Alay Bayan Inc dan telah tinggal di Filipina selama 46 tahun terakhir.
Ia juga Dewan Eksekutif petugas CDRN - jaringan nasional organisasi berbasis penanggulangan bencana masyarakat.
Bagong Alyasang Makabayan atau Bayan (Aliansi Patriotik Baru), satu kelompok politik sayap kiri, juga mengutuk pembunuhan Geertman itersebut.
Anggota Bayan bekerja dengan Geertman dalam beberapa operasi bantuan.
"Bayan mengutuk dalam istilah terkeras pembunuhan pekerja LSM Belanda dan misionaris Willem Geertman," kata kelompok itu dalam satu pernyataan, dengan menambahkan bahwa pihaknya menyerukan "penyelidikan cepat" atas pembunuhan Geertman itu.
Polisi setempat belum mengidentifikasi para penyerang atau membentuk motif kemungkinan dalam pembunuhan Geertman itu.
Geertman adalah anggota LSM Eropa kedua yang tewas baru-baru ini di Filipina.
Pada Oktober tahun lalu, Fausto Tentorio, seorang pendeta Italia yang menjabat sebagai anggota dewan CDRN itu, juga tewas.
Kedua Tenorio dan Geertman aktif di lingkungan mereka, dan membela hak anti-pertambangan serta masyarakat adat.(rr)

