TEMPO.CO, Bayung Lincir -Alfian Sauri, 45 tahun, seorang korban ledakan pipa minyak di Lingkungan satu, Bayung Lincir kabupaten Musi Banyu Asin dimakamkan, Kamis, 4 Oktober 2012.
Alfian menyusul kepergian adik iparnya Agus Bastiar yang tewas dalam kejadian yang sama sehari sebelumnya. Safarudin, adik ipar Alfian ketika ditemui di rumah duka desa dusun II Simpang Bayat, Bayung Lincir mengaku tidak mengetahui secara pasti kegiatan Agus dan Alfian di pagi kemarin itu.
"Setahu saya kak Alfian dan Agus itu penyadap karet mereka bukanlah pencuri minyak seperti yang ditulis di media massa," kata Safarudin menahan tangis.
Dia mengakui ketika peristiwa terjadi pada Rabu pagi kemarin ia tengah berada di kebun sehingga tidak dapat memastikan apa yang dilakukan kedua korban. "Kami minta polisi bisa memastikan penyebab meninggalnya dua saudara kami, kami ingin semua tindakan ilegal (taping) dapat dihentikan karena tidak ada manfaat sama sekali bagi keluarga," katanya.
Pengakuan serupa disampaikan Shaufi juru bicara korban Agus dan Alfian. Menurut Shaufi andaikan benar korban berada di lokasi kejadian tengah memunguti ceceran tumpahan minyak bukan berarti mereka melakukan pencurian. Sebab secara ekonomi tidak ada tanda-tanda para korban memiliki harta berlimpah.
Selain itu bisa dipastikan kedua korban tidak memiliki ilmu dan rupiah untuk bertindak. "Mereka ini korban permainan orang berduit dan berpangkat, mana mungkin mereka ini pelaku pencurian. Coba lihat isi rumah ini," kata Shaufi.
Shaufi menjelaskan, hasil dari memunguti tumpahan minyak itu tak lebih untuk menghidupakan lampu tempel yang tergantung di rumah itu.
Dari pantauan Tempo di kediaman kedua korban, dalam banguanan rumah panggung berdinding papan dan beratapkan seng itu tidak tampak perabotan mewah. Diruangan yang berukuran sekitar 5X4 itu hanya tampak tikar kusam dan kursi plastik reot. Sementara untuk menaiki bangunan tersebut, pelayat mesti berhati-hati karena tangga berbentuk jembatan itu hanya terbuat dari dua keping kayu yang telah lapuk.
Akibat kejadian itu, ketiga anak Alfian dan Mardiana harus menjadi yatim ditengah keterbatasan dan cap jelek sebagai pencuri minyak mentah. Sementara bagi Agus, kematian yang trgis itu mengurungkan niatnya untuk segera menikah. Selain kedua saudara ipar itu, tercatat ada 4 Korban meninggal dunia lain nya yang berhasi di identifikasi oleh kepolisian.
PARLIZA HENDRAWAN
Berita Populer Lainnya:
Jokowi Juga Populer di Malaysia


