Kenaikan BBM

Kematian Warga Nigeria di China Picu Unjuk Rasa

Beijing (AFP/ANTARA) - Kematian seorang pria Nigeria yang berada dalam tahanan polisi di bagian selatan Guangzhou,China, telah memicu protes keras dari ratusan orang.


Pria itu ditahan pada Senin, setelah dia bertengkar dengan seorang pengendara sebuah sepeda listrik mengenai tarif, kemudian ia jatuh pingsan di dalam tahanan, dan akhirnya meninggal meskipun telah dilakukan upaya untuk mengembalikan kesadarannya, seperti dikatakan kepolisian Guangzhou dalam sebuah pernyataan, pada Selasa.


Dalam pernyataan tersebut, dikatakan bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki kematian pria, yang tidak disebutkan namanya tersebut. Pihak kepolisian tidak dapat dihubungi untuk dimintai pendapat pada Rabu.


Surat kabar Global Times mengatakan bahwa sekitar 500 pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah mobil polisi dan mobil pribadi. Aksi kekerasan itu terjadi setelah pihak berwenang tidak mengizinkan keluarga korban untuk melihat mayat pria tersebut.


Kantor berita Xinhua menyebutkan bahwa jumlah demonstran itu di lebih dari 100.


Foto-foto yang diunggah di situs di microblog China menampilkan sejumlah orang yang berdiri di jalan, dan nampaknya mereka memblokir lalu lintas saat sejumlah polisi berseragam biru berjaga-jaga.


Sebuah situs komunitas yang ditujukan untuk warga asing yang tinggal di selatan China, The Nanfang, menyatakan bahwa pria Afrika itu dipukuli sekelompok orang China saat ia sedang berargumen dengan pengendara tersebut.


Guangzhou merupakan tempat yang banyak dihuni orang-orang Afrika, sejumlah laporan di media China memperkirakan bahwa jumlah populasi orang Afrika di sana adalah sebanyak 200.000 orang.


Setelah protes tersebut, polisi di Guangzhou mendesak warga asing yang tinggal di kota itu untuk tidak mengganggu ketertiban umum, serta untuk mematuhi undang-undang China. (ai/ik)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.