BERITASATU.COM - Program pemagangan menjadi salah satu solusi alternatif dalam mengatasi masalah pengangguran
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar secara resmi mencanangkan Gerakan Nasional Pemagangan.
Kemenakertrans pun menargetkan dapat menyalurkan sekitar 14.500 orang untuk mengikuti program pemagangan, baik di dalam maupun luar negeri tahun ini.
“Program pemagangan menjadi salah satu solusi alternatif dalam mengatasi masalah pengangguran. Dimana eks peserta magang memang langsung diminati perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang industri, terutama industri, otomotif, tekstil, listrik, manufaktur, mesin dan bangunan,” kata Muhaimin seperti dikutip dari siaran pers yang diterima wartawan di Jakarta, hari ini.
Muhamin menuturkan, pada tahun ini, Kemenakertrans menargetkan untuk melaksanakan pemagangan kepada 12.000 orang ke dalam negeri yang akan didukung oleh 32 lembaga Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKJP) yang tersebar di 27 provinsi dan 5 Kab/ Kota.
Sedangkan untuk pemagangan ke luar negeri, pemerintah menargetkan dapat menempatkan sebanyak 2.500 orang peserta magang ke Jepang yang akan ditempatkan di 50 perusahaan yang menyediakan 60 jenis kejuruan.
Selama ini program pemagangan diprioritaskan untuk kejuruan di bidang industri, otomotif, tekstil, listrik, manufaktur, mesin dan bangunan
Muhaimin menuturkan, selain dapat meningkatkan kualitas bagi calon pekerja guna memperoleh pekerjaan pada sejumlah perusahaan.
Program pemagangan pun menjadi titik awal untuk membuka lapangan kerja baru melalui wirausaha mandiri.
Muhaimin pun berjanji untuk senantiasa mempromosikan dan mengintensfikan pelaksanaan program pemagangan di perusahaan-perusahaan dalam dan luar negeri.
Pasalnya, program pemagangan ini dinilai mampu meningkatkan sumber daya manusia, menambah wawasan pengetahuan dan meningkatkan ketrampilan kerja sehingga mudah di serap pasar kerja.
“Pelaksanaan pemagangan ini merupakan langkah konkrit pelaksanaan konsep link and match yaitu memastikan dunia pendidikan dan pelatihan selaras dengan kebutuhan dunia kerja, serta memastikan lulusan pendidikan dan pelatihan kerja terserap dunia kerja,“ ungkap dia.
Menurut Muhaimin, manfaat adanya program pemagangan nantinya dapat dirasakan tiga pihak, yakni perusahaan, lembaga pelatihan, dan peserta pelatihan.
Bagi perusahaan, mereka bisa mengenal kualitas dan SDM yang dibutuhkan perusahaan. Sedangkan bagi pihak lembaga pelatihan dapat memberikan kepuasan karena lulusannya lebih terjamin memiliki bekal standar kompetensi yang memadai.
“Manfaat utama yang bakal dirasakan peserta program pemagangan di dalam dan luar negeri dapat mendorong untuk meningkatkan kompetensi kerja yang profesional pada tingkat lebih tinggi dalam persaingan SDM di era globalisasi ini,” terang dia.
Dalam pencanangan Gerakan Nasional Pemagangan ini dilakukan pula Penandatanganan MOU antara Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan Apindo Pusat, Pembukaan Pemagangan Dalam Negeri, Pelepasan Pemagangan luar negeri ke Jepang, Pengukuhan Forum Komunikasi Industri, Pengukuhan Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKJP) Nasional, Pemberian Penghargaan kepada perusahaan penyelenggara pemagangan dan Peluncuran Logo Pemagangan.


Belum ada komentar