Berburu Harta Luthfi

Kemendag Alokasikan Rp180,5 Miliar untuk Revitalisasi Pasar

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan mengalokasikan anggaran hingga Rp180,5 miliar untuk melakukan revitalisasi pasar dengan maksud lebih mengembangkan dan memberdayakan pasar tradisional di berbagai daerah.

"Tahun ini kami mengalokasikan anggaran untuk merevitalisasi 20 pasar percontohan baru di 20 kabupaten/kota," kata Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dalam keterangan tertulis Kemendag yang diterima di Jakarta, Rabu.

Sedangkan untuk memicu kompetisi yang sehat, Kementerian Perdagangan berencana memberikan penghargaan bagi pasar percontohan yang terbaik yang memenuhi parameter yang ditetapkan Kemendag.

Selain itu, ujar dia, pemerintah akan memikirkan insentif berupa bantuan program pembangunan terhadap berbagai daerah khusus bagi Pemerintah Daerah yang memiliki pasar percontohan.

Ia juga menuturkan, pemberian insentif itu juga dapat dilakukan dengan mengajak mitra lain seperti perbankan dan kementerian terkait.

"Kami memiliki komitmen agar program pasar percontohan dapat berjalan dan terlaksana dengan baik, sehingga dapat menjadi kebanggaan rakyat sekitarnya. Kami berjanji akan terus memantau perkembangannya," kata Mendag.

Namun, ia juga menegaskan bahwa keberhasilan konsep dan pelaksanaan program pasar percontohan itu tergantung dari kerja sama yang sinergis dari seluruh pemangku kepentingan.

Mendag juga berpesan agar pasar yang telah diperbaiki untuk selalu dijaga dan dipelihara dengan baik oleh para pengguna pasar, terutama para pedagang dan konsumen.

"Jika dirawat dengan baik, kami yakin pasar akan memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat sekitar," katanya.

Pada 2011, Kementerian Perdagangan mengalokasikan anggaran Tugas Pembantuan untuk pembangunan/revitalisasi pasar tradisional sebanyak 75 kabupaten/kota, termasuk 10 pasar percontohan. (rr)



PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.