Perang Lawan Geng Motor

Kementerian: Damaskus Tak Bertanggungjawab atas Pembantaian Houla

Damaskus (AFP/ANTARA) - Pemerintah Suriah "tak sepenuhnya" bertanggungjawab atas pembantaian sedikitnya 92 orang di Kota Kecil Houla, bagian tengah Suriah, yang telah memicu kecaman internasional, kata Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Jihad al-Makdissi, Ahad.

"Kami sepenuhnya menolak bertanggungjawab atas pembantaian teroris terhadap rakyat kami ini," kata al-Makdissi dalam satu taklimat.

Juru bicara itu, yang menuduh "teroris" atas kematian warga Jumat dan Sabtu tersebut, mengatakan pemerintah telah membuka penyelidikan.

"Kami telah membentuk komite hukum dan militer untuk menyelidiki," katanya. "Hasilnya akan dikeluarkan dalam beberapa hari."


Al-Makdissi mengatakan utusan PBB-Liga Arab Kofi Annan dijadwalkan tiba di Suriah, Senin (28/5), untuk mengadakan pembicaraa baru dengan para pejabat senior.

Juru bicara itu, yang menyatakan "kembalinya ke meja perundingan dan dialog", mengatakan, "Kami ingin ketenangan dan kami berharap Annan baik-baik saja."


Al-Makdissi mengatakan tak ada tank Suriah yang memasuki Houla dan tentara pemerintah di kota kecil tersebut hanya bertindak untuk membela diri, demikian laporan AFP --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Ahad malam.

"Ada serangan oleh teroris dari pukul 14.00 waktu setempat (18.00 WIB) sampai pukul 23.00 waktu setempat, Jumat (03.00 WIB, Sabtu)," katanya. "Tak satu pun tank Suriah yang memasuki (kota itu). Pasukan Suriah tak meninggalkan posisi mereka."


Namun ia menambahkan pasukan Suriah telah "membalas untuk membela diri", dan "bentrokan berlanjut sampai pukul 23.00 waktu setempat, Jumat (03.00 WIB, Sabtu).

Saat menanggapi seruan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon untuk menarik kendaraan berat lapis baja dan tank dari jalan, al-Makdissi mengatakan, "Ada permukiman tempat orang-orang bersenjata berada."


"Para pengamat memasuki beberapa kota kecil dan menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri," katanya. "Hak pemerintah lah untuk melindungi warganya."


Pada Sabtu (26/5), satu tim pengamat PBB mengunjungi Houla. Tim tersebut "menghitung lebih dari 32 anak kecil dan lebih dari 60 orang dewasa tewas", kata Kepala Misi Pengamat Mayor Jenderal Robet Mood kepada wartawan di ibu kota Surih, Damaskus.

Satu kelompok pemantau menyatakan 114 orang telah tewas di Houla.

"Siapa pun yang memulai, siapa pun yang membalas dan siapa pun yang melancarkan aksi kekerasan tercela ini mesti bertanggungjawab," kata Mood.(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.