Bandung (ANTARA) - Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan kemerdekaan Palestina akan sulit terwujud tanpa adanya persatuan di dalam diri rakyat Palestina itu sendiri.
"Dalam kunjungan saya bersama parlemen Indonesia ke Palestina beberapa waktu lalu, saya mengatakan kepada Perdana Menteri Palestina, Ismail Haniyeh, bahwa kemerdekaan Palestina akan sulit tanpa adanya persatuan dari masyarakat Palestina itu sendiri," ujar Marzuki pada saat pembukaan International Conference for The Freedom of Al-Quds dan Palestine di Bandung, Rabu.
Israel, lanjut dia, hanyalah sebuah wilayah yang kecil. Dia selalu mengatakan kepada Liga Arab untuk bersatu jika memang menginginkan Palestina merdeka.
Dia mengatakan Indonesia saja yang secara geografis jauh dari Palestina, bersatu mendukung terwujudnya kemerdekaan Palestina.
"Parlemen Indonesia yang hadir dalam forum-forum internasional, senantiasa aktif membahas draf resolusi terkait dengan proses perdamaian di Timur Tengah, khususnya menyangkut pembebasan Palestina."
Menurutnya, kemerdekaan Palestina perlu didukung oleh masyarakat intenasional, karena menyangkut harkat dan martabat sebuah bangsa yakni bangsa Palestina yang hingga kini masih mengalami penjajahan dari kaum zionis.
"Upaya pembebasan Palestina perlu didukung melalui berbagai cara sesuai dengan kapasitas masing-masing," tambahnya.
Selain itu, umat Islam juga bertanggung jawab dan berkewajiban untuk menyelamatkan tempat ibadah Masjid Al Aqsha di Al Quds dan melakukan upaya pembelaan atas warga Palestina yang tertindas.
Dia juga berharap melalui konferensi internasional ini, dapat dihasilkan pemikiran-pemikiran konstruktif terkait upaya pembebasan Palestina. Hasil pemikiran tersebut, dapat dikirim ke PBB sebagai bahan rekomendasi untuk sidang umum PBB.
Sementara itu H Muhyiddin Hamidy dari Imamul Muslimin mengatakan salah satu penyebab Palestina belum merdeka adalah karena belum adanya persatuan di Palestina itu sendiri.
"Sungguh aneh, Muslim yang berjumlah 1,6 miliar jiwa di dunia tidak mampu menghadapi zionis yang hanya jutaan saja," tukas Muhyiddin.
Menurut Muhyidin, hal tersebut karena umat Muslim sibuk dengan urusan masing-masing sehingga persoalah Palestina sedikit terlupakan.
"Ketika Muslim bersatu pada masa Umar bin Khattad dan Salahuddin Ayyubi, Palestina berhasil ditaklukan. Oleh karena itu persatuan merupakan sesuatu yang mutlak," tukas Muhyiddin.
Konferensi Pembebasan Palestina dilangsungkan di Bandung pada 4-5 Juli. Konferensi tersebut diikuti ratusan peserta yang berasal dari berbagai negara seperti Inggris, Palestina, Filipina, Malaysia, Sudan, Indonesia dan lainnya.(rr)



Yahoo! OMG