Kemlu: Rusia Tidak Pasok Helikopter Tempur Kepada Suriah

Moskow (AFP/ANTARA) - Rusia Jumat mengatakan tidak melakukan pengiriman baru helikopter-helikopter tempur ke Suriah dan hanya melakukan perbaikan helikopter-helikopter yang dikirim ke sana beberapa tahun lalu.

"Tidak ada pasokan baru helikopter serang buatan Rusia ke Suriah," kata kementerian luar negeri dalam satu pernyataan, dan menambahkan bahwa "perbaikan-perbaikan yang direncanakan adalah dilakukan sebelumnya pada helikopter-helikopter yang dipasok ke Suriah tahun lalu."


Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton pada Selasa menuduh Rusia sebagai pemicu kekerasan dengan mengirimkan helikopter-helikopter tempur ke Suriah.

Juru bicaranya mengatakan Kamis bahwa Rusia telah mengirimkan kembali helikopter-helikopter yang telah diperbaharui itu.

Dua pekan sebelumnya dalam konferensi pers di Stockholm, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menyatakan bahwa dukungan Rusia diperlukan dengan harapan untuk bisa menyelesaikan masalah Suriah.

Hillary mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada dua atau tiga hari sebelumnya dan menyatakan bahwa Rusia harus "maju terus" di meja perundingan untuk membantu mencapai transisi politik di Suriah.

Menurut Hillary, Lavrov mengacu pada contoh Yaman yang "mengambil banyak waktu dan usaha dengan sejumlah negara yang terlibat di meja kerja untuk mencapai transisi politik."


"Kami ingin melihat hal yang sama terjadi di Suriah," tambah Hillary.

Perdana Menteri Swedia Fredrik Reinfeldt, yang juga hadir pada konferensi pers itu bersama dengan Menteri Luar Negeri Carl Bildt, mengaku bahwa kedua negara, Swedia dan Amerika Serikat, akan mendukung transisi politik "sejalan dengan rencana (utusan bersama PBB-Liga Arab) Kofi Annan."


Sementara itu, Hillary juga mengungkapkan keprihatinan tentang situasi ekonomi bermasalah di Eropa karena Amerika Serikat "sangat menghargai" hubungan dengan mitra Eropa, sementara menekankan bahwa "itu benar-benar tergantung pada Eropa sendiri untuk membuat keputusan yang bergerak maju." (rr)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.