Kemnakertrans Berikan Subsidi Perumahan Bagi 1.500 Pekerja

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan mulai memberikan subsidi uang muka perumahan bagi para pekerja/ buruh di seluruh Indonesia, untuk tahap pertama akan diberikan kepada 1.500 pekerja masing-masing sebesar Rp2 juta.

"Pada tahun ini, pemerintah menyiapkan anggaran pemberian subsidi bagi pekerja buruh tersebut dan sudah disetujui DPR," kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di kantor Kemnakertrans, Jakarta, Kamis.

Subsidi uang muka perumahan akan diberikan kepada 1.500 pekerja, masing-masing sebesar Rp2 juta dan hanya diberikan kepada pekerja yang belum memiliki rumah.

Menakertrans menyebut subsidi itu juga akan diberikan kepada 250 koperasi khusus pekerja sebesar Rp20 juta per koperasi.

Program subsidi uang muka perumahan bagi buruh itu sudah dimulai sejak 2008 dan tahun 2012 ini Kemnakertrans akan mengintensifkan program subsidi dan melakukan verifikasi data pekerja penerima subsidi.


Sedangkan untuk mempercepat pembangunan rumah-rumah pekerja di sekitar kawasan industri, Kemnakertrans mengajak perusahaan-perusahaan swasta untuk melakukan investasi bagi pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) maupun rumah susun sederhana milik (rusunami) yang akan diperbanyak di basis-basis indutri seperti di Batam, Jakarta, Surabaya, Medan, Bekasi dan Tangerang.

Selain subsidi perumahan, pemerintah juga akan memberikan subsidi koperasi buruh dan subsidi iuran jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) di luar hubungan kerja dimana alokasi anggaran pemberian subsidi itu telah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

Menakertrans menyebut adanya subsidi iuran Jamsostek di luar hubungan kerja itu bertujuan untuk mengajak pekerja informal agar menjadi peserta Jamsostek dimana telah disiapkan skema anggaran bagi 8.000 orang yang akan mendapatkan bantuan iuran Rp80.000 selama delapan bulan.

"Pemberian subsidi ini akan dikombinasikan dengan subsidi program yang telah diberikan selama ini. Pemberian subsidi kepada buruh diharapkan dapat membantu kehidupan para pekeja dan buruh dan dapat langsung dirasakan manfaatnya," kata Muhaimin.(ar)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.