Penghargaan buat SBY

Kenaikan DP Mobil Pengaruhi Target Penjualan Kaca Film

Kenaikan down payment (DP) yang ditetapkan pemerintah kepada perusahaan pembiayaan dari 10 persen menjadi 30 persen dari total harga mobil tidak hanya memukul penjualan roda empat, namun juga berdampak bagi industri pendukung seperti aksesori mobil.

Salah satu aksesori yang turut terkena imbas kenaikan uang muka kredit adalah kaca film. Produsen kaca film mengaku target penjualan tahun ini turut pula terkoreksi.

"Akibat DP mobil naik 30 persen mulai Juni, kami menurunkan target kenaikan hanya 60 persen pada tahun ini dari pencapaian tahun lalu yang naik 80 persen," ujar Fendi, Presiden Direktur PT Jaya Kreasi Indonesia (JKI), distributor resmi kaca film LLumar pada Otosia.com di Jakarta, Jumat (4/5).

Pasalnya, menurut Fendi, 70 persen penjualan kaca film LLumar diserap pasar otomotif, sementara sisanya 30 persen banyak digunakan untuk gedung dan bangunan.

"Kalau penjualan mobil turun, otomatis berpengaruh pada pemasangan kaca film. Kalau tahun 2011 pertumbuhan kami mencapai 80 persen, maka tahun ini kami perkirakan 60 persen," ungkapnya.

Selain aturan BI soal besarnya DP tersebut menjadi tantangan bagi pelaku industri roda empat, juga membuat produsen aksesoris memutar otak dengan mengubah arah strategi marketing. Fendi mengaku, menghadapi situasi ini LLumar akan mengatur strategi pemasaran, yakni konsolidasi internal, menggalakkan marketing, menambah jaringan service dan memperkuat technical support.

"Salah satu yang kami usahakan adalah mempertahankan technical support untuk para teknisi kami sehingga dalam menangani konsumen pelanggan merasa puas," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, Gaikindo merasa keberatan atas aturan kenaikan uang muka karena akan mempelemah daya beli konsumen kendaraan roda empat. Kenaikan DP tersebut diramakalkan akan memukul industri otomotif tahun ini hingga mencapai sekitar 830 ribu unit dari proyeksi semula 945 ribu - 1 juta unit di tahun 2012.

Akibatnya Gaikindo terpaksa merevisi target tahun ini menjadi menurun 35 - 45 persen karena 70 persen penjualan otomotif dilakukan melalui kredit. (kpl/nzr/bun)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat