Penghargaan buat SBY

Kenaikan Kelas Menengah Picu Pertumbuhan Investasi

  • Merpati Masuk 20 Maskapai Terburuk di Dunia

    Merpati Masuk 20 Maskapai Terburuk di Dunia

    Tempo
    Merpati Masuk 20 Maskapai Terburuk di Dunia

    TEMPO.CO, Jakarta -Konsultan periset maskapai penerbangan, Skytrax merilis rating 20 maskapai terburuk di dunia. Salah satu yang masuk dalam daftar itu adalah maskapai penerbangan Indonesia, Merpati Nusantara Airlines.

  • Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    Tempo
    Ini Dasar Penyegelan 12 Sumur Petro China

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjungjabung Timur, Aripuddin, mengatakan PT Petro China menolak membantu bahan baku hasil gasnya untuk program pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Gas. Program ini digagas Bupati Tanjungjabung Timur Zumi Zola.

  • Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin

    Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin

    Tempo
    Petro China Tegaskan Sumur Migasnya Kantongi Izin

    TEMPO.CO, Jambi - PT Petro China Jabung International LTD menyatakan telah mengantongi izin sesuai Surat Keputusan Bupati Tanjungjabung Timur Nomor 113 Tahun 2006. Surat dikeluarkan di Muarasabak, ibu kota Kabupaten Tanjungjabung Timur, pada 2 Februari 2006.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Direktur PT Schroders Investment Management Indonesia Michael Tjoajadi mengatakan investasi akan terus tumbuh karena perekonomian yang kuat dan meningkatnya jumlah kelas menengah.

"Kelas menengah itu akan membuat ekonomi kita mulai bergairah karena mereka akan memiliki kecukupan mulai membeli asuransi, produk keuangan dan itu akan berputar memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian," kata Michael Tjoajadi di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, jumlah orang yang menghabiskan 4 dolar AS per hari per kapita naik dari 5 persen pada 2003 menjadi 18 persen pada 2011 sebesar 3.500 dolar AS.

"Diproyeksikan ada 110 juta orang Indonesia yang membelanjakan 10 dolar AS per hari 10 tahun dari sekarang,"katanya.

Menurut dia hal ini yang kemudian membuat investor yang punya pandangan sekitar 10 sampai 15 tahun ke depan mulai melakukan investasinya sekarang.

Ia mengatakan dengan kondisi tersebut, Indonesia akan menjadi pasar yang atraktif dan sasaran tempat untuk menjual barang sehingga pemerintah harus mendorong industri manufaktur dan menyiapkan tenaga profesional.

"Indonesia dengan 240 juta orang merupakan potensi pasar yang sangat besar untuk industri perbankan, asuransi, pasar modal dan sebagainya. Maka pemerintah harus mempersiapkan tenaga professional ataupun sumber daya manusia, tata kelola perusahaan, dan teknologi," ujarnya.

Ia menjelaskan untuk mendorong kelas bawah ini masuk ke kelas menengah dan kelas menengah naik menjadi kelas atas, maka sangat diperlukan kebijakan pemerintah untuk mendorong terutama dalam hal pendidikan.

"Pendidikan menjadi kunci untuk mendorong kelas bawah naik ke kelas menengah dan kelas menengah naik ke kelas atas,"ujarnya.

Dia berharap kelas menengah yang tumbuh itu akan mulai memikirkan investasi, asuransi, karena pendapatan mereka sudah lebih besar daripada biaya-biayanya.

Ia mengatakan dengan mengedukasi masyarakat mereka sadar investasi sehingga sehingga jumlah investornya bertambah.

"Dengan membuka pasar lebih luas, maka peluang akan terbuka, tapi bagaimana kualitas pendidikan itu yang harus diperhatikan dan menjadi penting. Kita harus mempunyai kualitas dan pelatihan yang bagus dan untuk mencapai itu tidak mudah," ujar dia.

Ia mengatakan berapa banyak individu yang mengenal tentang pasar modal, akhirnya mereka sering terjebak dengan investasi yang tidak benar dan melanggar peraturan yang ada.(tp)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Artikel Bisnis Terpopuler

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat