Jelajahi Yahoo! Bersama Teman-Teman Anda

Jelajahi berita, video, dan banyak lagi berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman Anda. Publikasikan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.

Pertama-tama,

AKTIVITAS TEMAN DI YAHOO!

    Kenapa Orangutan Penting?

    Beberapa waktu lalu, lewat editorial Orangutan Bukan Musuh Kelapa Sawit, kami meminta para pembaca Yahoo! Indonesia untuk memberikan pendapatnya dalam isu pemusnahan orangutan yang kini sering terjadi di Kalimantan Timur.

    Setidaknya, temuan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur dan Centre for Orangutan Protection (COP) yang mengevakuasi jasad-jasad orangutan dalam kondisi mengenaskan. Selain itu, mereka mencatat bahwa dalam 10 tahun terakhir, ada 2400-12 ribu ekor orangutan yang mati. Penyebab utamanya adalah karena mereka dianggap sebagai hama buat perkebunan kelapa sawit.

    Maka orangutan pun dibasmi seperti saat menangani hama, menggunakan racun. Para petugas perkebunan kelapa sawit menyebar pisang yang sudah disemprot racun untuk membunuh orangutan. Karena berita tersebut, muncullah gerakan petisi meminta pemerintah RI mengambil langkah serius untuk menyelamatkan orangutan.

    Tapi apa sebenarnya yang membuat penyelamatan orangutan menjadi penting?

    Karena, menurut kami, orangutan adalah sebuah lambang awal. Orangutan adalah ikon paling jelas, gamblang, serta paling menggemaskan, yang mampu menggerakkan seseorang untuk menyadari kerusakan hutan dan kemudian berupaya menyelamatkannya.

    Ketika kami tanyakan, apa kira-kira yang menjadi akar masalahnya di sini, pembaca kami, Muhammad Lukman berkomentar, "Investor kelapa sawit makin banyak di Indonesia. Pembukaan lahan hutan semakin marak, menjadi salah satu faktor hilangnya habitat orangutan."

    Pemusnahan orangutan secara 'terorganisir' atau makin seringnya terjadi konflik-konflik antara satwa dan (permukiman) manusia di berbagai wilayah di Indonesia menunjukkan bahwa ada perubahan besar dalam tataguna lahan di Indonesia. Kawasan yang awalnya, secara alamiah, adalah hutan dan habitat bagi berbagai jenis satwa serta tumbuhan, kini dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit.

    Insiden pembunuhan orangutan bisa menjadi indikasi awal bahwa ada yang tidak beres dalam pembagian hak pengelolaan hutan untuk dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. 

    Peneliti utama dan kepala penasihat peneliti World Agroforestry Centre Meine van Noordwijk pernah menyatakan bahwa ada banyak lahan yang diberikan untuk konsesi perusahaan kelapa sawit. Bahwa perusahaan-perusahaan ini mendapat blok-blok yang luas, antara 10 ribu-20 ribu hektar. Lalu mereka akan menjual kayu yang terdapat di blok-blok yang mereka dapat ke perusahaan pulp dan kertas.

    Padahal, menurut Meine lagi, "Pemerintah memberikan hak-hak konsesi tersebut ke perusahaan besar, sementara pemerintah sebenarnya tidak berhak memberi izin konsesi tersebut karena belum ada kejelasan status atau hak kepemilikan lahan. Keberadaan masyarakat adat di lokasi-lokasi tersebut tidak diakui."

    Pemerintah Indonesia, lewat Kementerian Kehutanan, seringnya hanya melihat hutan sebagai kumpulan pohon-pohon raksasa yang kemudian bisa dieksploitasi sebagai bagian dari industri untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi. Padahal, dan ini yang tak pernah dilihat oleh pemerintah, hutan adalah sebuah sistem kehidupan.

    Ada manusia (atau kelompok masyarakat adat yang tinggal di hutan dan mencari penghidupan di situ), berbagai jenis satwa, serta vegetasi khusus bernilai tinggi dengan usia ratusan tahun.

    Pembaca kami Safitri juga mengajukan komentar yang sama, "Mengejar pertumbuhan ekonomi dengan mengorbankan habitat satwa asli Indonesia bukan hal yang bijak. Perluasan kebun sawit telah merusak ribuan hektar hutan tropis di Indonesia. Banjir, longsor, hewan berkurang habitatnya, bahkan terancam punah, sekarang menjadi hal biasa terjadi."

    Penelitian 'Kasus ekonomi untuk reformasi pengelolaan lahan hutan Indonesia' (An economic case for tenure reform in Indonesia's forests) dari Dominic Elson dari Trevaylor Consulting yang terbit Juli 2011 juga menyoroti perluasan lahan kelapa sawit. Ia memperkirakan, pada 2030 nanti, akan ada 28 juta hektar lahan hutan lagi yang digunduli demi perkebunan kelapa sawit. Elson mengkhawatirkan bahwa nantinya Indonesia hanya akan memiliki sangat sedikit hutan primer.

    Jika pemerintah daerah tampak tenang saja menghadapi laporan-laporan konflik manusia dan satwa yang semakin meningkat intensitas dan kuantitasnya, mungkin karena ada hubungannya antara izin pengelolaan hutan dengan siklus pemilihan kepala daerah.

    Dalam penelitiannya, Elson juga menyoroti bahwa sejak desentralisasi terjadi, para bupati ternyata tidak diwajibkan untuk mempertimbangkan efek perubahan lahan pada komunitas di sekitarnya. Bahwa penerbitan izin pembersihan hutan akan meningkat bersamaan dengan terjadinya pemilihan kepala daerah. Dan izin pengelolaan hutan adalah cara para calon kepala daerah (atau kepala daerah terpilih) untuk membayar kembali para sponsor kampanye politik mereka. 
     
    Yang diperlukan sekarang adalah perubahan sudut pandang dari pemerintah (daerah). Bahwa hutan tersedia bukan untuk modal politik. Dan jika keadaan yang sama terus berlanjut, maka pembunuhan orangutan --seberapa kejamnya situasi itu-- barulah awal dari besarnya skala bencana ekologis yang akan terjadi pada kita di masa depan. Itulah sebabnya orangutan menjadi penting.  

    PEDOMAN KOMENTAR

    Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


    Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


    Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

     

    130 komentar

    • Hans  •  3 bulan yang lalu
      ya ampunnn,,orangutan dibantai,,,karena di Indonesia tidak ada UU dan aturan yang tegas menyangkut batasan pembukaan lahan di habitat-habitat satwa langkah... selain memusnahkan mereka,,kita juga turut membiarkan pemanasan global,,percuma seribu pohon yang kita tanam sekarang yang mungkin 10 ato 20 tahun lagi baru bisa jadi pelindung sementara tiap tahun perambahan hutan terus terjadi dengan kehilangan jutaan pohon,,saya pernah chatingan dengan seorang remaja (14 tahun) dari Swedia dan yg mengejutkan saya adalah saat dia bertanya,, taukah anda kalau negeri anda adalah paru2 kiri Dunia?? (paru2 kanan katanya di Amerika Latin) kenapa kalian begitu tega merusak sistem pernapasan bumi kita dengan pembakaran dan penebangan? Perasaan klo kiamat itu ada, mungkin jutaan tahun lagi..tapi kita semakin mempercepatnya,,dan jangan heran kalau bencana besar dan kelaparan akan terus menghantui kita setiap hari, tinggalkan kemewahan kota-kota dunia tapi kita juga tinggalkan maut bagi miliyaran generasi di masa mendatang.
    • Hermin Farhani  •  3 bulan yang lalu
      Hutan adalah milik semua orang meski pemerintah lebih punya hak tapi sepertinya ada makhluk2 lain yang lebih berhak lagi......pohon2 besar itu tentulah ada penanamnya.Skarang keseimbangan alam semakin menurun.Sesungguhnya benar2 telah terjadi kerusakan di bumi karena perbuatan manusia sendiri......Astaghirullah....
    • Zul  •  3 bulan yang lalu
      orangn hutan sangat penting dilindungi sbb dia hampir mirip dengan manusia, nama nya aja orang cuma ditambah hutan aja, yang membunuh orang hutan wajib hukum nya dipenjara sesuai dengan membunuh orang jaga yaitu minimal 15thn apa lagi dia melakukan pembunuhan berncana terhadap orang hutan tersebut
    • mahdi  •  3 bulan yang lalu
      Orangutan itu nenek moyang Manusia, menurut Mr Darwin. Kalau orangutan itu dilindungi oleh negara, maka setiap yang mengganggu kehidupan orang utan, adalah musuh negara.
      kalau orangutan merugikan petani kelapa sawit, maka negara harus mengganti kerugian tersebut.
    • Tari  •  4 bulan yang lalu
      itu menurut saya sangat tidak manusiawi
      seharusny orang utan tuh di lindungi..karena sama saja kita mmbunuh manusia,,,
      bkn krna itu jg,,negara indonesia sudah sangat kacau oleh petinggi" yang duduk di kursi empuk yg tidak bsa memikirkan kondisi masyarakat indonesia yg kecil..
      mereka tidak tersentuh dengan adany pembunuhan berantai,,,dengan bnyakny ilegaloging juga bnyakny bncana yang kurang di atsi secar baik.
    • udin_worm  •  7 bulan yang lalu
      wah, sebagian orang yang bertanggung jawab pada kelestarian hutan beserta isinya hanya mikir duit..
      gak mikir gmana nasib hutan kita nantinya???
      cucu kita nanti hanya kbagian crita dan foto cetak hutan yg skarang mulai berkurang..
      Indonesia negara tropis.. tapi hutannya kq isina cuman ladang duit bagi para kouptor!!
    • CO57  •  7 bulan yang lalu
      Hutan itu salah satu ekosistem yang kompleks, banyak keanekaragaman hayati yang jika dihitung pelayanan atau peran ekosistem hutan primer terhadap kehidupan manusia mungkin melebihi dana kampanye bahkan dana pemerintah sekalipun.
      Pernahkan mereka berpikir, 1 pohon sudah dapat menghidupi makhluk hidup atau menghasilkan oksigen berapa banyak??? sudah mengolah atau melakukan siklus biogeokimia berapa banyak??? jangan terpusat oleh keuntungan yang hanya sesaat terlihat besar, tapi merugikan orang lain dan merugikan masa depan.
      Orang Utan juga salah satu indikator lingkungan, jadi bisa dipastikan,semakin berkurang Orang Utan yang ada maka semakin buruk kualitas hutan atau ekosistem tersebut.
      PIKIR DONG!!!! JANGAN CUMA PENGEN UNTUNG SENDIRI ATAU HANYA SEKELOMPOK ORANG SAJA.... DI TEMPAT2 LAIN JUGA SAMA, BUKAN HANYA SEKEDAR PEMBUNUHAN ORANG UTAN DAN KAWAN-KAWANNYA, TAPI PENGERUKAN PASIR, ILLEGAL LOGGING, DLL YANG MERUSAK LINGKUNGAN... TOLONG DI TINDAK DENGAN SETEGAS-TEGASNYA.
    • Laras  •  7 bulan yang lalu
      STOP Penggunaan Sawit!!
      • Sigit 7 bulan yang lalu
        SETUJU.....pake minyak kelapa aja.
      • andiandie 7 bulan yang lalu
        orang utan adalah ciptaan Tuhan yang mesti kita jaga dan lindungi, kalau sampai dibunuh dan dibantai seperti itu kejam sekali anda, saya yakin suatu saat anda sendiri akan mendapat ganjaran atas perbuatan itu, pasti itu.
    • darting  •  7 bulan yang lalu
      emang bangsat!!!
    • Akew Van Josh  •  7 bulan yang lalu
      save orangutan....
      destroy oil palm industry in maintained by the government.
    • Laura, rara, lala  •  7 bulan yang lalu
      sinting kali pemusnahan hewan langka demi politik????
    • bhaskara  •  7 bulan yang lalu
      orang2 yang menghalalkan segala cara tanpa menghargai apa yang ada sebelum dia apa pantas untuk memimpin negeri yang indah dan kaya ini,, JAGA HUTAN DAN ISI NYA UNTUK KELANGSUNGAN HIDUP KITA DAN ANAK CUCU KITA,,,, miris banget :(
    • Pengguna Yahoo!  •  7 bulan yang lalu
      SATU CONTOH BARU BENTUK KEPEMIMPINAN YANG MENJIJIKKAN... HENTIKANLAH SEKARANG JUGA WAHAI PARA PEMIMPIN BEROTAK BABI, SEBELUM ALAM DAN IBU PERTIWI MENGHUKUM KALIAN.!!
    • kintoko  •  7 bulan yang lalu
      indonesia salah urus, politik uang merajalela, dan korupsi menggurita, rakyat dan bangsa dikorbankan untuk kepentingan pribadi dan golongan termasuk orangutan, saatnya rakyat indonesia cerdas untuk tdk percaya kepada pemerintah, DPR dan penegak hukum yang menghamba demi uang.
    • Fun  •  7 bulan yang lalu
      Kalian menhut dan polhut sudah di kutuk sama semua orang utan....hidup kalian pun tak di hargai manusia apalagi hewan...semua sudah muak lihat kalian pakai seragam itu gak ada artinya!!!!!!!!!!
    • Fun  •  7 bulan yang lalu
      "Kenapa Orangutan Penting? kalau itu pertanyaan dari negara kita maka saya akan balik tanya" Kenapa koruptor penting"
    • Anton  •  7 bulan yang lalu
      PEMERINTAH KITA TIDAK PERNAH SERIUS MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN!!!
      PARA PEMBUAT KEBIJAKAN, PEMBERI IZIN PERUSAHAAN PERKEBUNAN HANYA MEMIKIRKAN DIRI SENDIRI!!!
    • Fun  •  7 bulan yang lalu
      Pemerintah daerah merupakan satwa yang terlalu langka....sebaiknya perlu di kerangkeng juga di samping para koruptor di LP sana....
    • Fun  •  7 bulan yang lalu
      "Banjir, longsor, hewan berkurang habitatnya, bahkan terancam punah, sekarang menjadi hal biasa terjadi." Itu karena menhut nya lambat kayak unta jalan sambil mengunyah duit aja....
    • Fun  •  7 bulan yang lalu
      Orang utan bukan lah merk iklan tapi nyawa nya CING....perlu di selamatin.....

    Terpopuler

    POLL

    Apakah Anda setuju dengan langkah polisi yang siap membubarkan konser Lady Gaga demi keamanan?

    Memuat...
    Opsi Pilihan Jajak Pendapat