TEMPO.CO, Jakarta -Kepolisian Daerah Bengkulu menyatakan penyidik kasus simulator uji mengemudi Novel Baswedan ditahan atas dasar kasus penganiayaan terhadap enam orang di Bengkulu. »Satu diantaranya meninggal dunia,” kata Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri Brigadir Jenderal Suhardi Alius lewat sambungan kepada stasiun televisi swasta Metro TV, Jumat, 5 Oktober 2012 malam.
Dia membenarkan adanya sejumlah aparat kepolisian Polda Bengkulu dan Polda Metro Jaya di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi. »Berdasarkan laporan Divisi Kriminal Umum Polda Bengkulu terdapat enam orang yang menjadi korban penembakan,” kata dia. Menurut Suhardi, ada enam bekas luka tembak yang masih akan diperiksa oleh Kepolisian.
Menurutnya, Kepolisian masih akan mengecek bukti-bukti pendukung kasus ini. »Termasuk peluru dan sebagainya,” kata dia. Namun saat ditanya bagaimana awal mula kasus ini, Suhardi tak menjelaskan. »Ini sedang kami dalami.”
Penyidikan akan dilakukan Polda Bengkulu yang sudah berkoordinasi terkait kejadian malam ini. Suhardi mengaku akan mengevaluasi cara-cara bertindak kepolisian yang 'kurang pas'.
Mabes Polri hendak menangkap seorang penyidik KPK bernama Novel Baswedan. Ketika dimintai konfirmasi, Novel membenarkan bahwa ia hendak ditangkap. »Sudah ada polisi di bawah (lobi kantor KPK),” katanya, Jumat malam.
Perseteruan antara Markas Besar Kepolisian RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi makin meruncing. Setelah KPK memeriksa tersangka kasus simulator kemudi Inspektur Jenderal Djoko Susilo, Jumat soe tadi, polisi tiba-tiba datang dan menggeledah kantor lembaga antirasuah. Ruang steril dan tiga pintu masuk KPK bahkan sudah dikuasai kepolisian.
SUBKHAN
Berita Terpopuler
Seorang Penyidik KPK Ditangkap Anggota Mabes Polri?
Jumat Keramat, Djoko Susilo Penuhi Panggilan KPK
Adam Levine Pakai Kaos ''Damn! I Love Indonesia''
Soal Pencalonan Presiden, Ini Kata Prabowo
Malam ini, Lima Penyidik KPK Dijemput Paksa



Yahoo! OMG