Sydney (AFP/ANTARA) - Kepolisian Australia pada Rabu mengakhiri penyelidikan mereka atas bocornya video yang menunjukkan mantan perdana menteri Kevin Rudd menggebrak meja dan mengeluarkan kata-kata sumpah serapah.
Video tersebut diunggah ke YouTube pada puncak ketegangan dalam partai Buruh Australia pada Februari saat Rudd mengundurkan diri sebagai menteri luar negeri empat hari kemudian dan menantang Julia Gillard untuk kepemimpinan di partainya.
Dia kalah dalam pemungutan suara kepemimpinan dan saat ini berada di kursi cadangan.
Saat itu, Rudd mengatakan itu merupakan "sesuatu hal yang janggal" bahwa video tersebut muncul pada saat itu terjadi dan beredar spekulasi bahwa kantor Gillard turut terlibat dengan kasus tersebut.
Namun, Gillard menyangkal isu tersebut dan tim pemeriksa internal pada awal tahun ini tidak menemukan bukti bahwa video itu pernah berada di sistem komputer departemen perdana menteri.
Pihak kepolisian pada Rabu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kasus tersebut saat ini ditutup karena "tidak mengidentifikasi materi atau bukti yang cukup untuk mendukung tuduhan terhadap siapapun untuk mencuri atau pengungkapkannya secara tidak sah."
"Kepolisian Federal Australia telah menyelesaikan masalah itu dan dengan demikian, tidak tepat untuk berkomentar lebih lanjut," ujar pihak kepolisian.
Video berdurasi dua menit tersebut, yang diunggah seorang pengguna yang menyebut dirinya sendiri "HappyVegemiteKR", menunjukkan Rudd sedang marah dan berusaha untuk merekam sebuah pesan dalam bahasa mandarin dan melawan penghadangan "orang-orang bebal di parlemen" yang menulis pesan tersebut. (ai/jk)


