Melbourne (AFP/ANTARA) - Pihak kepolisian Australia tengah menyelidiki kasus ancaman dan pelecehan rasis terhadap seorang wanita Prancis yang terjadi di sebuah bus jurusan Melbourne, yang tertangkap kamera dan menyebar di YouTube.
Wanita tersebut dan sekelompok temannya kembali dari pantai ketika salah seorang dari mereka mulai bernyanyi dalam bahasa asalnya, menyebabkan reaksi kemarahan dari beberapa penumpang dalam bus tersebut.
Salah seorang yang agresif mengancamnya “berbicaralah dengan bahasa Inggris atau kau mati” dan kemudian mengancam untuk memotong payudaranya.
Seorang pria lainnya ikut berteriak: “Saya akan memotongmu sekarang, anjing.”
Wanita itu kemudian menerima ancaman: “Semua orang yang ada di bus ini ingin membunuhmu” sebelum insiden tersebut berakhir dengan jendela bus yang pecah.
Wanita yang menjadi target tersebut, Fanny Desaintjores, mengatakan kepada surat kabar The Age bahwa ia dan teman-temannya ketakutan mereka akan diserang secara fisik.
“Saya menyadari bahwa mungkin kami tidak boleh menyanyi di angkutan umum, tapi saya pikir sedikit gila mereka bereaksi seperti itu. Mereka semua orang dewasa,” katanya.
“Kita bisa berbincang dan berbicara dengan sopan, bukan dengan penghinaan dan ancaman.”
Dalam sebuah kolom opini, Fairfax Media mengatakan bahwa hal yang paling mengganggu adalah sangat sedikit orang yang berbicara untuk membela wanita itu.
“Mayoritas penumpang diam dan tenang, mungkin berharap mereka berada di tempat lain,” menurut surat kabar tersebut.
“Seorang rasis, fanatik yang suka melecehkan itu seperti duduk di sebelah orang yang paling bau di dalam bus, Anda harus menahan napas dan menghitung pemberhentian hingga bisa turun.”(ai/pt)


