Paris (AFP/ANTARA) - Kepolisian Paris menahan sekitar 100 orang pada Sabtu karena mengambil bagian dalam sebuah demonstrasi dadakan ilegal di dekat kedutaan besar AS, terkait film anti-Islam yang provokatif, kata polisi.
Puluhan laki-laki, perempuan dan anak-anak yang mungkin terkait dengan Salafi, "melakukan unjuk rasa keras di sekitar kedutaan AS dan bentrok dengan kepolisian" pada Sabtu sore.
Sedikitnya dua atau tiga perwira terluka dalam protes. Sebagian besar dari mereka yang ditahan adalah laki-laki, kata kepolisian.
Presiden Dewan Iman Muslim Prancis (French Council of the Muslim Faith/CFCM) mengecam protes di Paris tersebut.
"Kami menyesal bahwa demonstrasi ini terjadi, terutama jika kekuatan kekerasan yang digunakan untuk melawan kepolisian," kata Mohamed Moussaoui kepada AFP.
"Kita tidak harus mengasosiasikan semua Muslim Perancis dengan peristiwa marjinal seperti ini," tambahnya.
"Muslim harus menggunakan cara-cara yang adil dan sah untuk mempertahankan keyakinan mereka. Pesan ini disampaikan oleh imam di masjid-masjid saat salat Jumat," katanya.
Prancis adalah rumah bagi komunitas Muslim terbesar di Eropa. (yg/ik)


Yahoo! OMG