Kepolisian Tahan 84 Demonstran Quebec

Quebec City (AFP/ANTARA) – Kepolisian Quebec menahan 84 demonstran Senin malam setelah mahasiswa penyelenggara dan pihak berwenang mengadakan perundingan, dengan tujuan menghentikan aksi unjuk rasa selama tiga bulan terkait usulan kenaikan biaya sekolah.


“Kita menahan 84 orang demonstran yang menghalangi arus lalu lintas,” seorang polisi di TKP Quebec City mengatakan kepada AFP.


Mereka yang ditangkap, dibariskan dengan tangan diborgol, akan di denda sebesar 400 dolar Amerika (sekitar Rp3,6 juta) untuk masing-masing dari mereka dan dibebaskan.


Di Montreal, tempat dimana demonstrasi terbesar terjadi, beberapa demonstrasi digelar tanpa mengalami insiden.


Penangkapan terjadi tak lama setelah kedua belah pihak mengadakan negosiasi. Pemimpin mahasiswa mengatakan akan melanjutkan demonstrasi pada Selasa sore.


Tidak segera jelas apakah ada kemajuan di mencolok terkait kesepakatan yang dibuat.


Sejak Februari, ratusan pengunjuk rasa ditangkap dan bentrokan meletus secara sporadis saat lebih dari 165.000 mahasiswa menolak untuk kuliah dan ribuan orang memprotes rencana kenaikan biaya sekolah.


Kesepakatan tentatif itu dicapai setelah pembicaraan panjang selama bulan lalu tapi segera runtuh, dan melanjutkan aksi demonstrasi malam di Montreal serta kota-kota lain di seluruh provinsi berbahasa Prancis-Kanada itu. (as/ml)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.