Kenaikan BBM

Kepolisian Tokyo Selidiki Pria yang Memasak Kelaminnya Sendiri

Tokyo (AFP/ANTARA) – Kepolisian Tokyo sedang menyelidiki apakah seorang pria yang memasak kelaminnya sendiri dan menyajikannya pada lima pengunjung dianggap melakukan kejahatan atau tidak, kata kepolisian pada Selasa.


Mao Sugiyama melakukan pembedahan penis dan testikel pada Maret dan membekukannya selama dua bulan sebelum memasak kelaminnya tersebut di sebuah acara publik pada Mei.


Setiap orang membayar 20.000 yen (sekitar Rp2,36 juta) per porsi.


Penyelidikan kepolisian dilakukan setelah walikota Suginami, distrik Tokyo di mana acara tersebut digelar, mengatakan bahwa telah melihat hal yang ganjil.


"Banyak warga dari Suginami dan tempat lain menyatakan rasa ketidaknyamanan dan rasa ketakutan mengenai masalah ini," kata Walikota Ryo Tanaka dalam sebuah pernyataan Senin.


Seorang juru bicara polisi Tokyo mengakui keluhan tersebut, namun menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut, dengan alasan "investigasi yang sedang berlangsung.”


Sugiyama, seorang pelukis berumur 20-an yang menyebut dirinya sebagai "aseksual", tidak segera menanggapi hal tersebut.


Dalam sebuah email kepada AFP pada Mei, ia menegaskan acara tersebut telah berlangsung, dan mengatakan bahwa acara tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran tentang "minoritas seksual, x-gender, orang-orang aseksual".


Dalam akun Twitter-nya pada 18 Mei, pelukis itu menulis bahwa langkah tersebut diambil sehingga tindakannya tersebut dapat memenuhi semua hukum yang relevan, termasuk larangan penjualan organ, pengolahan limbah medis dan kebutuhan pangan bahkan sanitasi.


Sugiyama mengatakan bahwa alat kelaminnya dibedah oleh dokter dan terjamin bebas dari infeksi. (ia/ik)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.