Semarang (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Besar Semarang menyelidiki indikasi keterlibatan orang dalam pada perampokan kantor Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Provinsi Jawa Tengah.
"Kami terus melakukan penyelidikan secara intensif guna pengungkapan kasus perampokan BP3TKI, termasuk menindaklanjuti indikasi keterlibatan orang dalam," kata Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang Komisaris Besar Elan Subilan di Semarang, Jumat.
Menurut dia, ada beberapa kejanggalan pada kasus perampokan kantor BP3TKI Jateng, namun Elan enggan mengungkap secara rinci.
"Tunggu saja hasil penyelidikan kami, mudah-mudahan dalam waktu dekat para pelaku perampokan dapat ditangkap karena yang pasti polisi bekerja keras mengungkap kasus ini," ujarnya.
Terkait dengan penyelidikan kasus perampokan kantor BP3TKI, kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk tiga penjaga malam yang mengaku disekap oleh para perampok.
Elan menyesalkan kondisi ketiga penjaga malam yang sudah lepas dari ikatan saat petugas kepolisian tiba di lokasi perampokan setelah menerima laporan.
"Seharusnya ikatan para penjaga malam saat disekap oleh perampok tidak dilepaskan terlebih dulu dan dibiarkan dalam kondisi apa adanya guna penyelidikan lebih lanjut," katanya.
Menurut dia, dari cara menyekap korban, kepolisian dapat menentukan apakah perampokan ini murni tindak kejahatan atau ada permainan yang melibatkan orang dalam dan dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Kawanan perampok bersenjata tajam yang beraksi di kantor BP3TKI Jateng di Jalan Kalipepe III Nomor 64, Pudak Payung, Banyumanik, Semarang, terjadi pada Senin (25/6) sekitar pukul 03.30 WIB.
Perampok yang berjumlah lima orang tersebut membawa kabur Rp170 juta yang tersimpan di dua brankas setelah melumpuhkan tiga penjaga malam, yakni Sodik (43), Abdul Goni (46), dan Dani Oktavian (22).
Tiga penjaga malam tersebut disekap dengan cara kaki dan tangan diikat dengan tali rafia serta mata dan mulut dilakban.
Selain membawa kabur uang di brankas, para perampok juga mengambil telepon seluler merek Blackberry milik Dani dan uang tunai Rp300 ribu, serta ponsel Nokia milik Sodik.
Ketika melakukan penyelidikan di lokasi perampokan, polisi menemukan dua celurit, satu linggis, dan satu pasang sandal jepit yang diduga milik para perampok yang tertinggal.(rr)


Yahoo! OMG