Ketua DPRD Samarinda Dukung Pecat 3 Pemain Persisam

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Budhi Hartono

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Ketua DPRD Kota Samarinda Siswadi yang disebut-sebut sebagai pendukung fanatik klub Persisam Putra Samarinda menilai, keputusan manajemen Persisam yang memecat tiga pemain senior yakni M Roby, Fandy Muchtar dan Djayusman Triasdi dianggap sudah tepat.

Menurut Siswadi, kalau melihat statistik selama 19 kali pertandingan, Persisam hanya mengantongi 6 kali menang, 5 kali seri dan 8 kali kekalahan. "Ini kurang ideal. Dengan materi pemain bintang dan berkualitas seperti Yongki, Gonzales dan Eka Ramdani, harusnya bisa menang 15 atau minimal 12 kali," ungkap Siswadi, yang menghubungi Tribun Kaltim via ponsel, Selasa (24/4/2012).

Sedangkan dari segi kualitas personal pemain, lanjut Siswadi, dalam beberapa laga kandang, Fandy Mochtar dipaksakan bermain. "Padahal, kondisi fisiknya sudah kecapean. Malah digantinya setelah dia mengalami cedera," ungkap Siswadi, yang juga menjabat Ketua Ikatan Anggar Seluruh Indonesia Cabang Samarinda.

Begitu juga dengan penampilan M Roby yang ditunjuk sebagai pemegang ban kapten di klub berjuluk Pesut Mahakam, beberapa kali tidak pernah tampil full time 90 menit. Menurut Siswadi, Roby sebagai stopper harusnya bisa menunjukkan dirinya sebagai leadership yang jadi panutan pemain lainnya.

"Beberapa kali katanya cedera. Memang saya lihat dia sudah menurun. Tapi jangan sampai berpengaruh pada trend kemenangan Persisam justru anjlok. Sekarang trendnya tidak bagus. Ini menurut saya karena faktor loyalitas pemain sangat kurang," kritik Siswadi.

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.