Kabut Asap

Ketua OJK Terpilih Janjikan Pengawasan Super Ketat

  • Singapura Minta RI Sebut Nama Pembakar Hutan  

    Singapura Minta RI Sebut Nama Pembakar Hutan  

    Tempo
    Singapura Minta RI Sebut Nama Pembakar Hutan  

    TEMPO.CO, Singapura - Pemerintah Singapura mendesak pemerintah Indonesia untuk mengungkapkan identitas perusahaan yang dituding melakukan pembakaran hutan. Menteri Luar Negeri dan Hukum Singapura, K. Shanmugam, mengatakan hal ini penting dalam upaya penegakan hukum, terutama karena tindakan mereka merugikan banyak pihak. "Mereka telah jelas-jelas melanggar hukum yang masuk dalam yurisdiksi Indonesia," kata dia seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis, 20 Juni 2013. …

  • Beli ANTV, MNC Belanja Rp 4,9 Triliun

    Plasadana

    PLASADANA.COM - MNC Group menunjukkan ambisinya untuk menguasai bisnis media, terutama televisi, di Indonesia. Setelah menguasai tiga stasiun televisi terestrial dan jaringan televisi kabel Indovision, perusahaan milik Harry Tanoesoedibjo itu kini menguasai ANTV yang dimiliki grup Bakrie.Reuters mengabarkan, MNC mengeluarkan dana US$ 500 juta atau sekitar Rp 4,9 triliun untuk membeli saham PT Cakrawala Andalas Televisi yang mengelola ANTV. Namun belum diketahui proporsi saham yang diambil alih …

  • Ini Sesumbar Menteri Keuangan

    Plasadana

    PLASADANA.COM - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan, pihaknya sanggup untuk menekan defisit anggaran hingga mencapai level 1,2 persen hingga 1,7 persen pada tahun 2014.Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, saat ini defisit anggaran berada pada level 2,38 persen. Hampir mepet dengan batas maksimal yang ditentukan Undang-Undang yakni sebesar 3 persen.Namun dia berkeyakinan, dengan kerja keras maka pemerintah mampu mengendalikan defisit anggaran diangka yang lebih aman. ... …

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terpilih, Muliaman Hadad, mengatakan di masa transisi nanti OJK memerlukan pengawasan super untuk menjamin industri keuangan dapat berjalan normal. Hal ini karena ada dua karakteristik industri keuangan. "Oleh karena itu pendekatannya berbeda dan tentu saja perhatiannya berbeda," katanya, Rabu 20 Juni 2012.

Muliaman yang mendapatkan suara aklamasi itu menyebutkan untuk industri keuangan yang mengelola dana, seperti bank asuransi dan dana pensiun, pengawasan dilandasi semangat kehati-hatian. Namun, untuk pasar modal, pengawasannya lebih diutamakan pada market conduct (perilaku pasar), disclosure (keterbukaan), dan perlindungan investor.

"Intinya kegiatan pengawasan itu bisnis yang tak biasa. Kita harus banyak memperhatikan harapan masyarakat terhadap perbaikan pengawasan dan saya kira ini akan menjadi perhatian pokok," ia menuturkan.

Pengawasan yang tak biasa itu menjadi bagian perbaikan pemantauan yang lebih terintegrasi. Dengan pengawasan yang tak bersifat sektoral ini diharapkan beberapa kasus yang menjadi perhatian masyarakat sebelumnya dapat ditekan.

"Dengan demikian integrasi ini memerlukan banyak hal, termasuk integrasi dan harmonisasi di berbagai macam aturan, dan tentu saja teknik pengawasan." Untuk itu, kata Muliaman, banyak hal yang perlu dilakukan, mulai dari perbaikan manajemen sumber daya manusia hingga teknik pengawasan.

Meski akan mengawasi lembaga keuangan secara luar biasa, pria yang masih menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia itu menyebutkan, diperlukan pula konsolidasi internal dengan cepat.

Pasalnya, OJK nantinya tak hanya diisi dari orang-orang Bank Indonesia, tapi juga lembaga lain seperti Kementerian Keuangan. Perbedaan asal tersebut tentu membawa kultur kerja yang berbeda. "Konsolidasi internal ini untuk menjamin masa transisi yang baik ini tentu saja menjadi salah satu prioritas," ujar dia.

Di samping konsolidasi internal, koordinasi eksternal antara OJK dan BI juga perlu dilakukan. Ini untuk menghindari tumpang tindih pekerjaan. Muliaman menyebutkan meski nantinya akan dipisahkan antara makro dan mikro prudential, pelaksanaannya tetap akan sulit. "Persinggungan itu mau tidak mau tidak bisa dihindari," ucapnya.

Oleh karena itu dia akan meyakinkan proses koordinasi dan komunikasi ditanamkan sejak awal, sehingga dapat terbangun dengan baik. Koordinasi itu diharapkan terjalin hingga tahap pengambilan keputusan.

Hal terakhir yang akan dilakukan adalah meningkatkan kebijakan keuangan yang inklusif. Menurut dia, selama ini akses industri jasa keuangan di Indonesia yang masih relatif rendah dibandingkan negara-negara tetangga, terutama ASEAN. Dengan demikian dengan program kerja ini akses tersebut dapat meningkat. "Saya kira itu mungkin nilai tambah yang perlu kita angkat," ujar dia.

NUR ALFIYAH

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat