TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pos Indonesia (Posindo) selalu optimis usaha intinya tidak akan terancam dan tergusur seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat dan berkembang.
Hal ini di katakan oleh Direktur Utama Posindo, I Ketut Mardjana, ada pendapat yang mengatakan dengan perkembangan teknologi sekarang ini, surat fisik sudah tidak dibutuhkan lagi.
"Itulah yang terjadi di tengah masyarakat saat ini, namun ada benarnya tapi juga kurang pas," ujar I Ketut Mardjana.
Pihaknya mencatat selama 2011 layanan surat (mail) untuk bisnis justru tumbuh 4 persen, sementara untuk layanan paket (parcel) juga mengalami pertumbuhan 30 persen dibandingkan pada 2010.
Diprediksikan tahun ini pertumbuhan akan lebih meningkat apalagi ditamba dengan layanan jasa keuangan yang kini terus berkembang.
"Terlebih layanan pengiriman paket, saya jamin itu tidak bisa tergantikan dengan teknologi karena aliran barang pasti ada," jelas I Ketut Mardjana usai meresmikan Kantor Pos di Kelapa Gading Raya, Jakarta Utara, Kamis (23/2/2012).
Menurutnya, semakin modernnya kehidupan masyarakat ada kecenderungan peningkatan penggunaan e-commerce atau belanja secara online akan menghasilkan arus barang yang besar
"Belanja online akan menghasilkan arus barang yang besar dan kami siap memberikan pelayanan itu," katanya.
Dengan market share sebesar 13,5 persen, ke depan pos siap bersaing untuk kembali menjadi market leader bagi layanan surat dan paket di Indonesia dengan menyiapkan loket khusus untuk layanan paket.
"Layanan surat dan paket akan kami benahi terutama dalam hal sistem operasi dan jaringannya agar semakin bisa bersaing," ujarnya.
Saat ini, dengan menggunakan 'operational control system' yang memungkinkan perjalanan surat dapat dilacak jejaknya mulai dari pengiriman sampai ke penerima.
Untuk layanan jasa keuangan pihaknya mencatat terjadi peningkatan transaksi keuangan yang signifikan, pada 2008 layanan jasa keuangan hanya menyumbangkan 27 persen, terhadap revenue perusahaan maka pada 2011 kontribusinya meningkat
menjadi 38 persen.
"Tren ke depan akan terus meningkat, jadi kami optimistis bisnis kami tidak akan terpuruk," jelas I Ketut Mardjana.


Belum ada komentar