Kharis Suhud di Mata Generasinya

Liputan6.com, Jakarta: Kepergian Ketua MPR  periode 1987-1992 Letnan Jenderal (Purn) Mohammad Kharis Suhud membawa duka bagi kalangan anggota MPR periode saat ini, termasuk Jafar Hafsah.

Ketua Fraksi Partai Demokrat di MPR ini menilai sosok mendiang Kharis Suhud berkarakter pribadi yang baik dan memiliki nasionalisme tinggi.

"Saat dia memimpin MPR, banyak karya-karya di MPR dihasilkan olehnya. Sekali pun memang zaman itu Soeharto connection work. Namun dia sebagai ketua lembaga tertinggi, reformasi dapat terjadi di MPR," ucapnya saat gelar open house di kediaman pribadinya, di Jalan Jati Padang, Jakarta, Senin (20/8).

Jafar menambahkan, Kharis Suhud telah banyak menorehkan sejarah parlemen. Saat di akhir masa kepemimpinanya tahun 1992, lima tahun sebelum reformasi, Kharis Suhud telah melaksanakan tugas-tugasnya dalam pemahaman tugas di MPR.

"Dia berhasil menjalankan fungsi daripada ketetapan MPR. Sebelum dirinya diganti Harmoko (Mantan Menteri Penerangan era Presiden Suharto)," ucap Jafar yang mengaku kaget atas kepergian pendahulunya di MPR itu.

Seperti diketahui, Kharis Suhud meninggal dunia, Senin dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Politisi berusia 87 tahun merupakan tokoh militer dan politikus Indonesia zaman Orde Baru di bawah kepemimpinan mantan Presiden Suharto.

Berbagai jabatan penting pernah ditoreh pria kelahiran Madiun, Jawa Timur 10 April 1925 ini. Di antaranya Ketua MPR periode 1987 hingga 1992, mantan Ketua Fraksi ABRI periode 1982-1987. Selain itu, sang mendiang juga pernah menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Thailand pada 1975-1978. (ALI/FRD)