INILAH.COM, Jakarta -- Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (23/11/2012) diprediksi melemah. Sentimen negatif datang dari sentimen bisnis Jerman dan hasil KTT Uni Eropa.
Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, semalam pasar tidak punya banyak agenda seiring AS yang berada dalam suasana libur Hari Thanksgiving. Begitu juga dengan Jepang.
Hanya saja, lanjut dia, data yang dirilis di sesi Eropa agak negatif terutama dengan sentimen bisnis Jerman yang sudah diprediksi melemah. Pasar juga khawatiran hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Uni Eropa. "Karena itu, rupiah masih akan tertekan meskipun sifatnya amsih konsolidasi dalam kisaran 9.625 hingga 9.640 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM.
Lebih jauh Firman menjelaskan, sentimen Bisnis Jerman untuk bulan November sudah diprediksi turun dari 100 menjadi 99,6. Sementara itu, para petinggi Uni Eropa belum mencapai kesepakatan terbaik untuk anggaran kawasan tersebut. "Belum ada kesepakatan di antara petinggi Uni Eropa untuk menyusun anggaran terbaik," tandas dia.
Terutama, kata Firman, dengan merebaknya ancaman veto dari beberapa negara Uni Eropa seperti Inggris, Jerman, Swedia, dan Finlandia yang menginginkan pemangkasan anggaran. "Tapi, beberapa negara seperti Perancis dan Austria tetap menginginkan adanya subsidi pertanian," ungkap Firman.
Ada juga rilis dari sikap Jerman terakhir soal Yunani. Disebutkan, kemungkinan besar Yunani hanya mendapatkan penurunan suku bunga pinjaman dan penundaan pembayaran utang hingga 2020 dan meningkatkan peran European Finansial Stability Facility (EFSF) dalam skema bailout Yunani. "Artinya, ada konsensus dari Jerman untuk membantu Yunani," timpal dia.
Namun demikian, Firman menggarisbawahi, hal itu belum cukup baik untuk membuat pasar kuat. Sebab, agak sulit bagi Yunani untuk bisa menurunkan rasio utangnya secara signifikan karena detail rencana skema tersebut belum ada.
Alhasil, pasar secara keseluruhan masih menanti rinciannya. "Sebab, itu baru sepihak dari Jerman. Pasar belum tahu bagaimana respons negara Uni Eropa lain atas proposal Jerman itu," imbuhnya.
Asal tahu saja, kurs rupiah terhadap dolar AS
TRIBUNNEWS.COM - Harusnya rakyat mendapat diskon pajak ketika membayar pajak, seperti berlaku di Malaysia. Itu harapan Marissa Haque. …


