Washington (AFP/ANTARA) - Gedung Putih mengatakan bahwa pihaknya mengawasi keamanan di pos-pos diplomatik Amerika Serikat seluruh dunia dalam perkiraan akan ada lebih banyak protes anti-Amerika setelah ibadah Jumat bagi umat Muslim.
Sejumlah protes yang dimulai di Mesir dan Libya pada Selasa mengenai film amatir yang diproduksi AS secara pribadi berjudul ‘Innocence of Muslims’ telah tersebar luas ke beberapa negara Muslim lainnya di Timur Tengah dan Afrika Utara.
“Penting untuk dicatat bahwa aksi protes ini terjadi di sejumlah negara yang berbeda di seluruh dunia, sebagai respon terhadap film tersebut, pada Jumat, hari berikutnya, secara historis menjadi sebuah hari ketika terjadi protes di negara-negara Muslim di dunia,” ujar juru bicara Gedung Putih, Jay Carney.
“Kami terus mengawasi dari dekat untuk perkembangan yang akan membawa lebih banyak aksi protes. Kami mengantisipasi kemungkinan kelanjutan protes tersebut.”
Para demonstran menyerbu kedutaan AS di Yaman pada Kamis, menyebabkan bentrokan yang menewaskan empat orang, sementara para demonstran melempar batu ke arah gedung diplomat Washington di Kairo sebagai bentuk kemarahan mengenai film tersebut.
Demonstrasi muncul ketika para pejabat AS dan Libya menyelidiki sebuah serangan terhadap konsulat di Benghazi yang menewaskan duta besar Amerika dan tiga pejabat AS lainnya pada Selasa, di tengah berkembangnya spekulasi mengenai tindakan tersebut yang diduga merupakan pekerjaan para pejihad militan, lebih dari sekedar para demonstran.(dh/ml)

