Berburu Harta Luthfi

Kini, Siapa pun Bisa Mendaftar Pinterest  

TEMPO.CO, Palo Alto - Jejaring sosial yang sedang naik daun, Pinterest, sejak hari ini bisa diikuti siapa pun. Sebelumnya, orang yang tertarik menggunakannya harus meminta undangan dari Pinterest atau menunggu diundang oleh pengguna lainnya terlebih dulu.

Langkah ini diambil setelah Pinterest merasa mampu menangani trafik yang lebih besar dari sebelumnya.

"Kami sangat senang karena kami sekarang memiliki kemampuan untuk menawarkan Pinterest ke lebih banyak orang," ujar juru bicara Pinterest, seperti dikutip dari blog resminya, Kamis, 9 Agustus 2012.

Selain mendaftar dengan e-mail, pengguna juga dapat menggunakan akun Facebook atau Twitter untuk melakukan registrasi.

Langkah untuk membuka keran registrasi ini diambil setelah Rakuten, perusahaan e-commerce Jepang, mengucuri start-up ini dengan investasi sebesar US$ 100 juta pada Mei lalu.

Sejauh ini, Pinterest belum pernah secara resmi mengumumkan jumlah penggunanya. Namun sejumlah data dari analis menunjukkan jejaring sosial yang didirikan sekitar dua tahun lalu ini tumbuh dengan cepat.

Pada Februari lalu, perhitungan dari TechCrunch menyebutkan, Pinterest berhasil menjaring 10 juta unique visitor hanya dari wilayah Amerika Serikat. Sementara Experian Hitwese menyatakan bahwa Pinterest adalah jejaring sosial ketiga yang paling banyak dikunjungi setelah Facebook dan Twitter.

Bahkan lembaga analisis comScore juga menyebutkan bahwa jejaring sosial ini tumbuh 4.377 persen dari tahun ke tahun.

PINTEREST | CNET | TECHCRUNCH | RATNANING ASIH

Berita teknologi lainnya:

Saksi: Ikon Samsung-Apple Mirip Bukan Kebetulan

Dokumen Internal Samsung 2012: Ikuti iPhone

Ini Kumbang Iblis dari Republik Dominika

Inilah Mobil Listrik Buatan ITB

Marissa Mayer Bikin Gerakan Makan Siang Gratis

Curiosity Kirim Gambar Gunung di Mars

Neil Armstrong Jalani Operasi Bypass Jantung

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.