Kabut Asap

Kisah Memey 5: Polisi dan Pelanggan Baik Hati

TEMPO.CO, Wina -- Rumah penampungan para perempuan korban trafficking pernah digeruduk polisi Malaysia, dan para penghuninya ditangkap. Belakangan mereka dilepas lagi dan kembali beroperasi.

Menurut Memey, penggerebekan berawal dari kaburnya seorang penghuni yang kemudian melapor ke polisi. "Saya tidak ditangkap polisi karena kebetulan sedang ada pelanggan," kata Memey di kantor PBB Wina, Austria, Rabu lalu, 17 Oktober 2012. (Klik beritanya: TKI Korban Trafficking Bersaksi di PBB).

Memey mengaku tidak ingat nama rekannya yang berhasil kabur itu. Usaha rekannya itu membuahkan hasil: seluruh isi penampungan kosong. Oleh komplotan, Memey kemudian ditransfer ke tempat penampungan lain. "Ternyata mereka punya beberapa tempat penampungan," kata Memey.

Rekan-rekan Memey yang ditangkap baru dilepas sekitar dua hingga tiga pekan kemudian. "Bos besar turun tangan mengurus," kata Memey tanpa memerinci siapa bos besar yang dimaksud. Menurut dia, jenjang di dunia mafia perdagangan manusia tersusun rapi. Yang sehari-hari menjaga mereka hanya lapisan terbawah.

Memey sendiri mengakui tak pernah berusaha kabur karena punya strategi berbeda. "Strategi saya adalah menangis depan pelanggan dan memohon untuk membebaskan saya," kata dia.

Akhirnya, cara itu berbuah hasil. Salah seorang pelanggan Memey iba dan kerap mem-booking atau membawa Memey keluar dari penampungan. Sesampainya di hotel, si pelanggan meminta Memey beristirahat. "Dia tak menyentuh saya. Bahkan saya dilayani dan dibelikan makanan," kata Memey.

Hingga pada suatu waktu, si pelanggan yang baik hati ini memberikan sebuah telepon seluler kepada Memey. "Siapa tahu nanti berguna untuk hubungi keluarga atau siapa pun," kata Memey menirukan ucapan si pelanggan.

Selain si teman yang berusaha kabur dan melapor polisi, ada beberapa cerita lainnya seputar usaha kabur para korban trafficking ini. Ikuti di "Telepon Seluler yang Membebaskan".

TITO SIANIPAR (Wina)

Sebelumnya:

Kisah Memey 1: Korban Trafficking Tampil di PBB

Kisah Memey 2: Dari Pasar Secang Hingga Singapura

Kisah Memey 3: Tawaran Kilat nan Menggiurkan

Kisah Memey 4: Saya Dijual Setelah Didandani

Selanjutnya:

Kisah Memey 6: Telepon Seluler yang Membebaskan

Kisah Memey 7: Hidup Baru dengan HIV

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat