Koalisi Pilkada, PKS Syaratkan Kontrak Politik

TEMPO.CO, JakartaPartai Keadilan Sejahtera tak mau sembarangan mengalihkan dukungan pada salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di pemilihan kepala daerah DKI Jakarta. PKS hanya akan memberikan dukungan pada pasangan yang mau menandatangani kontrak politik. "Kami tidak akan memberikan cek kosong," kata Wakil Sekretaris Jenderal PKS, Refrizal, ketika dihubungi, Sabtu, 21 Juli 2012.

 

 

 

Komitmen tertulis dari pasangan cagub cawagub DKI, kata Refrizal, sangat diperlukan untuk menjaga komunikasi. Jika menang dan terpilih, pasangan yang didukung PKS harus melaksanakan semua yang disepakati sejak awal. Komitmen tertulis yang diajukan PKS, Refrizal melanjutkan, berisi hal-hal yang harus dilakukan cagub-cawagub terpilih.

Dengan adanya kontrak tertulis, PKS akan lebih mudah melakukan pengawalan program pemerintah. PKS juga tidak mau dukungan yang diberikan hanya untuk popularitas dan mesin politik saja. Tetapi harus untuk melanjutkan visi dan misi calon gubernur dari PKS yang kalah di pran pertama. "Sesuai dengan perjuangan Hidayat Nur Wahid, ayo beresin Jakarta."

Dalam pilkada putaran pertama yang digelar 11 Juli lalu, pasangan PKS Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini hanya mampu meraih suara 11 persen. Sedangkan pasangan yang lolos ke putara dua adalah Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama dengan dukungan 43 persen dan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dengan dukungan 34 persen.

Menurut Refrizal hingga kini PKS belum memutuskan dukungan terhadap salah satu pasangan. Meski sudah berkomunikasi dengan kedua pasangan, PKS baru akan menetapkan paling lama akhir pekan depan. Saat ini PKS masih menjaring pendapat dari seluruh kader dan simpatisan PKS mulai dari tingkat RT, RW, Ranting, dan kecamatan. "Kami ingin pilihan ini disetujui bersama, supaya calon yang dipilih nanti juga bertanggung jawab pada kader PKS."

Saat ini dukungan terhadap Jokowi dan Fauzi Bowo di internal PKS masih sama-sama kuat. "Ini keputusan sulit bagi kami," kata Refrizal. Baik Jokowi atau Foke, Refrizal menjelaskan, sama-sama memiliki kelemahan. Jokowi masih diragukan kemampuannya untuk bisa mengurus Jakarta yang lebih luas dibanding Solo, sedangkan Foke masih diragukan karena melihat pengalaman Jakarta selama lima tahun di bawah kepemimpinanya.

Meski ragu, Refrizal mengatakan partainya pasti akan memberi dukungan pada salah satu calon. "Tidak mungkin tidak mendukung, karena harus ada pertanggungjawaban pada kader kami." Namun siapa yang akan dipilih oleh PKS, "beri kami waktu satu pekan lagi untuk memutuskan."

IRA GUSLINA SUFA

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Yakinkah Anda, wanita-wanita yang terlibat dengan Ahmad Fathanah akan dikenakan sanksi hukum?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat