Komentar Sekjen PBB tentang Al-Qaeda di Suriah

PBB (AFP/ANTARA) - Pemimpin PBB Ban Ki-moon mengatakan pada Kamis dia yakin Al-Qaeda melakukan serangan bom di Damaskus yang menyebabkan puluhan orang tewas, dan sampai 10.000 orang saat ini terbunuh di Suriah.


Ban mengatakan Presiden Bashar al-Assad masih belum mengimplementasikan perjanjian rencana perdamaian dengan utusan PBB-Liga Arab, Kofi Annan.


"Sangat mengkhawatirkan dan mengejutkan, beberapa hari yang lalu, ada serangan teroris yang sangat serius. Saya yakin Al-Qaeda berada di belakang serangan itu. Serangan ini menyebabkan masalah serius," kata Ban dalam acara pemuda di markas besar PBB.


Pelaku bom bunuh diri meledakkan bom di Damaskus pada 10 Mei, menewaskan sedikitkan 55 orang dan melukai hampir 400 orang.


Suriah menuduh Al-Qaeda mengatur serangan di negara itu beberapa pekan lalu, menambahkan ketegangan perselisihan yang disebabkan pemberontakan terhadap Assad.


"Lebih dari 9000 orang, sedikitnya, mungkin 10.000 orang tewas dalam 15 bulan. Hal tersebut mencapai batas yang tidak dapat ditolerir sekarang," kata Ban.


Bulan ini, Suriah mengirimkan daftar nama 26 orang yang kebanyakan warga Tunisia dan Libya yang ditahan. Sekitar 20 orang mengaku mereka anggota Al-Qaeda, menurut surat yang dikirimkan bersamaan dengan daftar nama itu.


Ban juga menyoroti dua serangan bom terhadap konvoi pengawas gencatan senjata di Suriah.


Sekjen PBB tersebut mengatakan selain penempatan pengawas, tidak ada rencana enam poin Annan yang dilaksanakan.


"Kami melakukan yang terbaik untuk melindungi warga sipil," kata Ban.


Penempatan pengawas memiliki "efek pereda" dan mengurangi kekerasan, "namun tidak cukup, tidak semua kekerasan berhenti. Jadi kami akan melanjutkannya, sejauh yang kami bisa, untuk melindungi warga sipil," tambahnya.(nn/ml)

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.