Kabut Asap

Komisi Antikorupsi Timor Leste Belajar ke KPK

Jakarta (ANTARA) - Komisi antikorupsi Timor Leste (Comissao Anti-Corrupcao) belajar kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Memang tantangan korupsi di Timor Leste besar, tapi tidak sebesar dan serumit di Indonesia, hanya modus korupsinya hampir sama jadi ini yang mendorong kami bekerja sama," kata Deputi Komisioner CAC Jose Antonio di gedung KPK Jakarta, Rabu.

Jose datang untuk menindaklanjuti kunjungan Komisioner CAC Aderito de Jesus Soares tahun lalu dan rencananya kerja sama tersebut dapat dikembangkan hingga pada tingkatan formal.

"Sebagai lembaga yang baru kami datang untuk belajar agar dapat bekerja dengan lebih baik dalam perjuangan pemberantasan korupsi," ungkap Jose, CAC sendiri baru berdiri pada Februari 2010.

Indonesia, menurut Jose sangat dekat dengan Timor Leste karena banyak dana untuk pembangunan tersebut berasal dari Indonesia dan banyak perusahaan Indonesia juga yang berkompetisi untuk membangun proyek di Timor Leste.

"Yang bisa merugikan negara baik Indonesia maupun Timor Leste harus kita berantas bersama, seperti yang dikatakan Pak Abraham Samad, jangan biarkan koruptor mendapatkan surga di mana pun," jelas Jose.

Ia pun menjelaskan perbedaan sistem antara CAC Timor Leste dan KPK Indonesia mengenai perekrutan penyidik.

"Kami tidak merekrut penyidik dari pihak kepolisian, tapi kami merekrut orang biasa dengan berbagai latar seperti insinyur, akuntansi, jurnalis atau pun mantan polisi karena kami punya kewenangan untuk merekrut penyidik sendiri," jelas Jose.

Menanggapi perbedaan sistem perekrutan penyidik tersebut, Wakil Ketua KPK Zulkarnain mengungkapkan bahwa keadaan Indonesia dan Timor Leste tidak sepenuhnya sama.

"Karena di Timor Leste, CAC menangani penyelidikan dan penyidikan, sedangkan di Indonesia KPK sampai pada tingkat penuntutan, tapi memang masih menjadi tugas untuk membuat desain besar mengenai sumber daya manusia di KPK," kata Zulkarnain.

Zulkarnain juga memuji CAC sudah punya prestasi seperti menyeret menteri pendidikan negara itu hingga ke pengadilan. (tp)


PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Jajak Pendapat Yahoo!

Setujukah Anda jika Pekan Raya Jakarta kembali diselenggarakan di Monas?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat